7 Langkah Ampuh Mengaplikasikan Biovarnish Sanding Sealer dengan Kuas

Apakah Anda selama ini sudah menggunakan sanding sealer ketika hendak finishing warna natural pada kayu? Apakah Anda tahu apa fungsi dari sanding sealer tersebut? Sebagian besar DIY hingga kini masih belum paham fungsi sanding sealer sebenarnya. Ketidakpahaman tersebut membuat proses aplikasi sanding sealer menjadi salah kaprah. 

Jika dilihat dari fungsinya, ada dua hal yang membuat sanding sealer menjadi penting. Pertama adalah untuk menutup pori kayu dan bekerja sebagai base coat. Letaknya bisa langsung pada permukaan kayu atau di atas wood filler. Fungsi kedua adalah sebagai lapisan intermediate antara dua lapisan coating. 

Mengikuti fungsi yang kedua, maka peletakan lapisannya bisa setelah wood stain dan sebelum clear coat atau pernis. Mengenal kedua fungsi tersebut maka peranan sanding sealer pada finishing natural tidak terpisahkan. Baik itu warna natural dengan wood stain atau natural transparan hanya dengan pernis.

Uniknya lagi, bagi Anda yang ingin melakukan finishing tanpa clear coat atau pernis dan menggantikannya dengan bahan poles, sanding sealer juga dibutuhkan. Anda bisa mengaplikasikan sanding sealer sebagai base coat sebelum pemolesan dilakukan. Cukup unik bukan? 

Langkah-Langkah Aplikasi Sanding Sealer yang Mudah

Mengetahui apa fungsi dari sanding sealer sebenarnya masih belum menyelesaikan masalah. Anda baru tahu kapan harus mengaplikasikannya dan pada bagian lapisan mana saja. Namun langkah aplikasi tidak hanya berhenti pada ketepatan namun juga bagaiman Anda mengaplikasikannya. 

Sebelum memulai aplikasi sebaiknya Anda memilih produk tepat untuk diaplikasikan. Sebagai saran, Anda bisa menggunakan Biovarnish sanding sealer dimana proses aplikasinya sangat mudah dan juga cepat. Alasannya adalah Biovarnish terbuat dari bahan dasar air yang proses kering cepat dan hasilnya transparan. 

Hasil finishing dengan Biovarnish berbeda, Anda akan melihat tampilan natural bahkan pada kayu jati belanda sekalipun. Ingin tahu bagaimana cara mengaplikasikan sanding sealer yang tepat? Ikuti beberapa langkah ampuhnya berikut ini. 

Langkah 1. Kayu Harus di amplas hingga halus

Kayu yang tidak di amplas akan menghasilkan tampilan yang kasar. Proses pengamplasan sendiri sebenarnya sangat mudah dilakukan. Cukup menggunakan kertas amplas aluminium oxide dengan ukuran tepat. Pada kayu kasar Anda bisa memulainya dengan nomor 150 kemudian berganti ke 180 hingga terakhir nomor 220. 

Amplas permukaan kayu dengan balok kayu, bisa juga dengan mesin amplas. Tujuannya agar hasilnya lebih merata tidak bergelombang. Amplaslah permukaan kayu searah serat. Jika mengamplas berlawanan serat hasilnya juga akan kasar. Amplaslah menggunakan feeling, jika amplas sudah halus ganti dengan yang baru. 

Langkah 2. Cara membersihkan debu amplas

Kedua adalah membersihkan debu am las. Langkah ini tidak boleh sembarangan dan dilarang menggunakan air. Jadi sebaiknya Anda menggunakan alat seperti mesin vakum atau blower. Apabila memilih blower pastikan ruangan harus dibersihkan karena resiko debu kayu mengotori ruangan sangat tinggi. Ruangan yang kotor nantinya mempengaruhi hasil finishing tidak bersih. 

Pilihan lain adalah menggunakan kain microfiber. Anda bisa membasahi kain microfiber terlebih dahulu kemudian mengelap permukaan kayu. Bagian debu yang sangat halus akan terangkat sehingga pori kayu tidak akan tersumbat dengan debu. Setelah dibersihkan kayu harus dibiarkan agar sedikit mengering. 

Langkah 3. Cara melarutkan sanding sealer

Selanjutnya ketika material sudah dipersiapkan Anda harus melarutkan sanding sealer. Karena Biovarnish sanding sealer terbuat dari air maka bahan pelarutnya juga sama. Anda harus menyiapkan air bersih yang tidak asam atau ph kurang lebih 7. 

Cara melarutkannya ambil sanding sealer dan campurkan dengan air perbandingan 2:1. Kemudian aduk hingga merata, ukur viskositasnya dengan NK2 hingga mendapatkan 11-12 detik. Jika masih terlalu lambat seperti 10 detik maka Anda harus menambahkan air. Namun jika terlalu encer maka Anda harus menambahkan sanding sealer. 

Viskositas ini sangat penting untuk menciptakan sanding sealer dengan flow terbaik. Jika tidak maka ketika diaplikasikan sulit menempel dan lama keringnya. 

Langkah 4. Mempersiapkan alat kuas yang terbaik

Ada satu tambahan langkah yang bisa Anda dilakukan pada tahapan persiapan sebelumnya. Memilih alat yang digunakan, sebenarnya Biovarnish sanding sealer bisa diaplikasikan dengan kuas dan juga alat semprot. Namun bagi para DIY Anda bisa berlatih mengaplikasikannya dengan kuas terlebih dahulu. 

Maka memilih kuas menjadi kunci penting untuk aplikasi yang halus. Pertama Anda harus memastikan kuas menggunakan bulu nilon dan bukan yang lain. Kuas bulu alami dan busa memiliki resiko rontok tinggi yang akan mengotori hasil finishing. Kedua kuas juga harus baru dan jangan takut membeli dengan harga mahal. 

Semahal-mahalnya kuas, tentu masih sangat terjangkau harganya. Anda akan mengecat dengan tampilan transparan jadi sangat disarankan tidak menggunakan kuas bekas. Fungsinya menjaga hasil finishing transparan tetap terjamin. 

Langkah 5. Teknik menguaskan sanding sealer

Hasil tampilan sanding sealer adalah transparan, namun bukan berarti tampilannya bebas brush mark. Jika Anda tidak menghindari brush mark di awal, ketika dilapisi dengan pernis atau wood stain tampilannya akan sangat terlihat. Oleh karena itu teknik menguas yang dilakukan harus benar. 

Cukup celupkan kuas ¾ bagian kemudian tap pada wadah untuk mengurangi sanding sealer pada bulu kuas. Sapukan dengan ringan jangan ditekan dan arahkan sesuai serat. Satu sapuan kuas yang panjang harus dilakukan dan hindari membolak balik seperti mengecat dinding. 

Finishing kayu harus lebih halus jadi berbeda dengan pengecatan dinding. Pada bagian sudut atau siku, tap ujung kuas dengan ringan agar sanding sealer merata. Hindari bagian yang terlewatkan, untuk itu pencahayaan harus terang memudahkan untuk dilihat bagian yang belum terlapisi. 

Langkah 6. Proses pengeringan kayu

Kayu yang telah dilapisi dengan Biovarnish sanding sealer harus masuk pada proses pengeringan. Dalam tahapan ini Anda hanya perlu menunggu selama 60 menit saja. Ingat, jangan menjemur kayu di bawah sinar matahari langsung. Hindari juga mendiamkannya di tempat yang berangin. 

Debu yang dibawa oleh angin sangat mudah menempel pada cat yang masih basah. Tempat paling aman adalah di dalam ruangan yang bersih dan memiliki sirkulasi udara baik. Jangan juga mengeringkan di ruangan yang lembab seperti bawah tanha. Setelah mengering Anda bisa melanjutkan dengan pengamplasan 

Langkah 7. Proses pengamplasan kayu

Langkah terakhir adalah mengamplas sanding sealer. Pada tahapan ini sangatlah penting walaupun sering dianggap remeh. Pengamplasan ini juga diterapkan pada setiap lapisan coating. Fungsinya adalah untuk membuat lapisan coating nantinya melekat satu sama lain. 

Pengamplasan harus menggunakan kertas amplas aluminium oxide yang halus yaitu nomor 400. Amplas juga tidak perlu menggunakan balok kayu atau mesin amplas, cukup dengan tangan saja. Amplaslah permukaan sanding sealer kering dengan sangat halus dan ambang. 

Anda hanya perlu membuat guratan halus yang nantinya akan membuat lapisan cat diatasnya menempel. Terakhir bersihkan debu bekas pengamplasan dengan kain yang kering. 

Artikel "Finishing Idea"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH