5 Teknik Finishing yang Unik untuk Diaplikasikan Pada Kayu Solid

Apakah Anda tahu bahwa tidak semua furniture kayu solid harus di finishing dengan cat atau wood stain? Ada banyak sekali cara lain yang bisa ditempuh untuk mendapatkan hasil serupa bahkan bisa lebih menarik daripada yang biasanya dilakukan. Cara-cara ini berasal dari cara alami bahkan cara yang dari dulu sudah digunakan oleh manusia. 

Memang tidak mudah untuk mengecat dengan bahan-bahan ini namun hasilnya akan sangat berbeda. Baik itu tampilannya yang lebih tajam dengan kesan natural dari serat kayu. beberapa hasilnya akan menampilkan kayu distressing yang sangat banyak disukai. Kayu akan terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. 

Mempelajari teknik-teknik unik ini akan mengembangkan kreativitas Anda untuk membuat hasil finishing kayu sesuai yang diinginkan. Teknik ini bukan hanya untuk membuat tampilan menarik saja tetapi juga memenuhi aspek dari perlindungan kayu yang dibutuhkan. Masing-masing teknik menggunakan beberapa bahan finishing yang berbeda bahkan diantaranya bahan natural. 

Apa saja teknik finishing yang tergolong unik bisa Anda aplikasikan? Jangan terkejut melakukannya karena teknik finishing ini akan berbeda dari cara finishing pada umumnya. Ikuti beberapa teknik finishingnya berikut ini. 

Memberikan Warna Natural Kayu dengan Cat 

Metode yang dilakukan ini menggunakan cat acrylic warna solid apapun. Teknik ini membutuhkan pelarutan dengan air yang lebih banyak daripada yang biasa digunakan. Sehingga warna yang dihasilkan akan lebih transparan dan bukan warna solid. Pertama campurkan cat dengan air perbandingan 50% kemudian aplikasikan pada permukaan kayu dengan kuas. Bersihkan kelebihan cat dengan kain untuk lebih menipiskan warna akhirnya. 

Metode staining yang kedua adalah menggunakan cat yang sudah dilarutkan dengan jumlah sama dengan kain secara langsung. Sapukan kain ke permukaan kayu secara ringan dan merata dan biarkan cat menyerap. Kemudian hapus kembali dengan kain yang bersih untuk mengurangi hasil warnanya. 

Cara ini bisa Anda aplikasikan jika ingin mendapatkan warna yang berbeda dari stain yang tersedia di pasaran. Anda bisa menggunakan warna kuning, biru hijau namun hasilnya serat kayu akan tetap terlihat. Cara ini harus dipraktikan berulang di media kayu lain sebelum Anda menghasilkan warna yang tepat dan mengaplikasikannya pada furniture kayu langsung. 

Memberikan Warna Natural dengan Cuka 

Teknik ini tidak hanya mengandalkan cuka tetapi juga menggunakan sikat wol baja yang murah bisa dibeli dimana saja. Teknik ini sebenarnya cukup umum di kalangan woodworker yang sering melakukan eksperimen dengan tidak menggunakan stain atau bahan finishing berpigmen rendah. Teknik ini sangat menghemat biaya finishing tetapi perlu kesabaran untuk melakukannya mengingat hasil finishing bisa saja tidak memiliki warna yang sama atau merata.

Cara melakukan teknik ini adalah dengan merendam sikat wol baja ke dalam wadah khusus dan campurkan dengan cuka dapur. Wol baja ini harus terendam penuh dengan cuka dapur sehingga menimbulkan reaksi. Jumlah yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan ukuran furniture yang akan di finishing. Semakin banyak wol maka warna yang dihasilkan akan semakin pekat. 

Setelah direndam selama beberapa jam, warna dari cuka akan berubah menjadi coklat sama seperti stain pada umumnya. Kemudian saring dan buanglah wol baja tersebut dan larutan itulah yang akan digunakan untuk mengecat. Semakin lama merendam maka warna yang dihasilkan juga akan semakin gelap. 

Biasanya untuk mendapatkan warna yang tepat, Anda bisa membiarkan proses perendaman selama semalam. Wadah untuk merendam sebaiknya terbuat dari plastik sehingga tidak muncul reaksi yang lainnya. Proses aplikasi bisa menggunakan kuas atau dengan di lap menggunakan kain. Pastikan Anda menggunakan sarung tangan selama proses aplikasinya. 

Teknik Mengecat untuk Kayu Terlihat Terbakar

Satu lagi teknik yang dari dahulu sudah digunakan oleh pengrajin kayu di Jepang yaitu menggunakan teknik bakaran. Teknik ini sebenarnya digunakan untuk mengawetkan kayu cedar yang banyak digunakan di Jepang. Pembakaran fungsinya untuk mematikan permukaan kayu sehingga tidak ada lagi jamur dan rayap yang akan menyerang. 

Modern ini pembakaran dilakukan dengan torch dan harus dilakukan dengan cara yang benar-benar hati-hati. Tidak ada bahan finishing yang perlu digunakan, bahkan hasilnya akan sangat menarik. Sebagai lapisan terakhir Anda bisa menambahkan bahan poles hanya untuk memperlihatkan kayu lebih sedikit mengkilap. 

Cara menggunakannya adalah pertama amplas permukaan kayu terlebih dahulu. Kemudian bersihkan semua debu kayu dan kotoran lainnya. Baru setelah itu nyalakan torch dan bakar permukaan kayu searah dengan serat kayu dengan arah zig zag hingga semua permukaannya terbakar. 

Proses aplikasinya bisa sama seperti ketika Anda sedang menguaskan. Pastikan tidak terlalu lama berhenti membakar pada satu titik sehingga kayu tidak terbakar terlalu dalam. Selesai membakar, bersihkan arang kayu dengan sikat kawat atau bisa juga dengan blower. Setelah itu amplas halus dan Anda bisa mengaplikasikan bahan poles.  

Finishing dengan Wax Natural

Wax bukan hanya sekedar bahan poles biasa, Anda bisa mendapatkan berbagai tampilan darinya. Ada beberapa jenis wax yaitu dark wax, antique wax, dan juga clear wax. Bahan finishing ini adalah jenis yang alami dan sangat mudah digunakan. Bisa dengan dipoles menggunakan kain atau bisa juga dengan brush bulat yang tebal terbuat dari bulu alami. 

Bahkan Anda juga bisa mengaplikasikan dua jenis wax sekaligus untuk menghasilkan tampilan berbeda. Sebagai hasil natural transparan Anda bisa menggunakan clear wax yang hasilnya transparan. Jika ingin mendapatkan hasil tampilan antik maka gunakan chalk paint terlebih dahulu baru antique wax. 

Wax akan menghasilkan tampilan yang lebih mengkilap. Walaupun tidak akan menimbulkan lapisan film namun akan memperkaya tampilan dari furniture kayu. Baik itu warna natural dan juga menggunakan chalk paint. Kayu akan terlihat tua dari umur sesungguhnya. 

Teknik Finishing dengan Natural Oil

Satu lagi jenis bahan finishing alami selain wax yang akan menyerap ke dalam pori kayu yaitu natural oil. Bahan finishing ini seperti tung oil, Danish oil dan Linseed Oil. Masing-masing henis ini akan dipilih sesuai dengan budget dan hasil yang benar-benar Anda inginkan. Proses aplikasinya juga sangat mudah yaitu dengan kain. 

Anda cukup memoles natural oil dengan kain searah dengan serat kayu kemudian mendiamkannya agar mengering. Keuntungan menggunakan bahan ini adalah Anda bisa mengaplikasikannya langsung setelah di amplas dan dibersihkan dari debu. Tidak butuh bahan finishing lain untuk diaplikasikan terlebih dahulu. 

Selain itu juga karena hasilnya yang sedikit mengkilap akan memperkaya tampilan dari furniture kayu. Bahan ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada furniture yang sudah memiliki warna dan serat kayu menarik dari awal. Tidak hanya mengkilap, natural oil bisa juga menghasilkan tampilan yang matte. 

Sangat mudah bukan, hanya mengamplas kemudian mengaplikasikan natural oil hanya dengan mengelapnya dengan kain saja. 

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH