Ciptakan Finishing Bambu yang Mudah dan Cepat dengan Cat Ini

Punya furniture bambu di rumah yang memiliki struktur bagus? Tapi Anda ragu untuk menggunakannya pada ruangan karena warnanya yang sudah jelek. Jangan dibuang, karena jika strukturnya masih bagus maka Anda hanya perlu mengecatnya ulang. Proses finishing ulang bambu ini bahkan tidak memakan waktu lama loh. 

Mengecat akan menjadi lama jika Anda salah memilih cat bambu yang digunakan. Prosesnya akan menjadi lebih lama apabila Anda menggunakan cat terbuat dari solvent atau minyak, karena cat ini tergantung dengan panas matahari yang akan membantu penguapan pelarut yaitu thinner. Tanpa panas maka hasilnya akan memutih yang membuat tampilan furniture bambu menjadi tambah buruk. Jadi sia-sia saja ketika Anda akan mengecat dengan solvent. Lalu apakah cat untuk bambu yang sebaiknya digunakan? Bagaimana cara menggunakannya? 

Anda perlu mengetahui karakteristik bambu terlebih dahulu untuk mengetahui jenis cat apakah yang tepat untuk digunakan. Dari sini Anda akan mengetahui pula beragam teknik yang bisa diaplikasikan agar hasilnya semakin menarik bahkan tahan lama. 

Karakteristik Bambu yang Harus Dikenali sebelum Finishing

Begitu banyak olahan dari material bambu yang ada di Indonesia. Baik itu furniture, pagar hingga kerajinan yang berukuran sangat kecil. Bambu sangat mudah didapatkan di Indonesia karena tanahnya yang sangat cocok untuk pertumbuhan pesat bambu. Mengenal karakteristik bambu akan menentukan cat apakah yang tepat untuk digunakan nantinya. 

Ada beberapa karakteristik bambu yang membuatnya butuh perlindungan secara maksimal. Selain itu karakteristik ini juga berhubungan dengan teknik yang sebaiknya digunakan. Berikut ini beberapa karakteristiknya:

Mudah berubah bentuk

Sama seperti kayu, bambu juga akan berubah bentuk karena pengaruh cuaca. Saat cuaca panas maka bambu akan memuai dan cuaca dingin bambu akan menyusut. Perubahan bentuk ini membuat lapisan film pada permukaan bambu yaitu coating harus mampu menyesuaikan diri. 

Cat yang tidak memiliki fleksibilitas tinggi akan menunjukkan tanda-tanda retak yang semakin besar. Bahkan jika perubahan bentuk terjadi terus menerus, coating akan mengelupas dengan sangat cepat. 

Warna yang berubah setelah dikeringkan

Bambu akan berubah warna setelah dikeringkan. Andat tentunya bisa membedakan ketika bambu masih menjadi tanaman dan ketika dibelu sudah dalam bentuk lonjoran. Ada perbedaan warna disana yaitu warna hijau menjadi warna coklat setelah dikeringkan. Warna coklat yang muncul ini dikarenakan kandungan air yang sudah berkurang. 

Sayangnya warna coklat cenderung memberikan tampilan yang kurang menarik pada furniture bambu. Oleh karena itu, cat yang digunakan bukanlah sekedar pernis saja, Anda perlu menambahkan stain agar warna menjadi lebih terang. Kecuali Anda ingin menggunakan cat solid. 

Memiliki lapisan lilin

Berhubungan dengan teknik, bambu memiliki lapisan lilin yang tidak akan menerima lapisan coating begitu saja. Lapisan lilin ini tidak akan menghilang bahkan setelah bambu sudah selesai dikeringkan. Maka dari itu perlu pengamplasan yang tepat untuk menghilangkan lapisan ini. 

Jika Anda ingin mengecat bambu, maka sebaiknya perhatikan teknik-teknik mengamplas yang benar. Apa saja jenis amplas yang digunakan serta alat bantu lainnya yang membuat lilin pada bambu ini lama kelamaan menghilang. 

Dimanakah pori bambu? 

Jika bambu memiliki lapisan lilin pada permukaannya, lalu dimanakah pori pada bambu? Letak pori ini tidak seperti kayu yang ada hampir di seluruh permukaannya. Bambu memiliki pori yang berbentuk seperti buku-buku pada ujung batang atas dan bawah. Ketika Anda memotong bambu maka akan terlihat bagian buku-buku yang mengeluarkan getah. 

Perlakukan buku-buku bambu ini sama seperti pori kayu, yaitu harus ditutup dengan dempul atau wood filler. Sehingga tidak ada kelembaban bahkan air yang meresap ke dalamnya. 

Melalui karakteristik bambu ini maka sudah jelas jenis cat untuk bambu apa yang sebaiknya digunakan. 

Jenis Cat Bambu yang Sebaiknya Digunakan Pada Finishing

Begitu banyak jenis cat bambu yang bisa digunakan, tapi apakah semuanya cocok? Belum tentu. Seperti yang dikatakan bahwa cat solvent kurang cocok pada bambu karena tampilannya yang bisa saja cacat karena pengeringan tidak sempurna. Disamping itu juga cat berbasis solvent akan mempengaruhi keadaan lingkungan. 

Pada proses pengeringan, cat solvent melepaskan gas formaldehyde yang sangat berbahaya untuk manusia. Padahal gas ini akan terus menerus dikeluarkan hingga cat mengering dengan benar. Daripada menggunakan cat berbahaya tipe ini sebaiknya Anda menggunakan cat berbasis air. 

Biovarnish adalah produk cat berbasis air yang merupakan kumpulan dari beberapa produk. Baik itu dari base coat hingga clear coat atau pernis. Anda bisa menggunakan cat untuk bambu mengkilap dalam meningkatkan tampilan bambu juga. Adapun kelebihan menggunakan cat ini adalah sebagai berikut:

  • Proses aplikasi paling mudah

Cara mengaplikasikan sering menjadi kesulitan tersendiri khususnya para DIY. Nah dengan menggunakan Biovarnish Anda tidak perlu mengalami kesulitan apapun. Cat sangat mudah diaplikasikan yaitu dengan kuas berbulu nilon serta proses kering yang sangat cepat. 

  • Fleksibilitas tinggi

Memiliki daya tutup dan daya sebar yang luas, Biovarnish juga menghadirkan fleksibilitas yang tinggi. Anda tidak perlu takut cat akan retak bahkan mengelupas karena perubahan bentuk dari bambu yang cukup besar. Cat bambu tahan air dan tahan panas ini membentuk lapisan film yang sangat kuat. 

  • Aman dan ramah lingkungan

Soal keamanan, Biovarnish terbuat dari bahan dasar air. Sehingga selama proses pengeringan tidak banyak gas beracun yang diuapkan. Anda bisa membuat furniture menjadi lebih aman di dalam ruangan. 

Baca juga : 3 langkah mudah mengecat furniture bambu dengan pernis

Teknik Finishing Bambu dengan Biovarnish 

Saatnya masuk ke dalam teknik mengecat. Biovarnish mampu memberikan warna finishing cat bambu yang bagus yaitu natural atau natural transparan. Jika ingin mendapatkan warna natural, maka Anda bisa menggunakan liquid stain. Namun jika warna natural transparan saja sudah cukup maka Anda hanya perlu menggunakan sanding sealer serta clear coat. 

Langkah lebih mudah juga akan didapatkan jika memilih tampilan natural transparan. Berikut ini langkah-langkah mudah untuk mengaplikasikannya:

  1. Amplas permukaan furniture bambu, gunakan amplas kasar nomor 180 kemudian 220. Bersihkan debu amplas dan pastikan mengamplas searah saja. 
  2. Larutkan sanding sealer Biovarnish dengan air. Gunakan kuas untuk menguaskan laurutan ke seluruh permukaan bambu. 
  3. Diamkan hingga mengering tanpa dijemur selama 60 menit. Baru lanjutkan dengan proses pengamplasan ambang. Gunakan amplas nomor 400. 
  4. Larutkan Biovarnish clear coat gloss dengan air hingga larut dengan benar. Kemudian kuaskan clear coat ke seluruh permukaan bambu hingga merata.
  5. Pada lapisan terakhir ini diamkan furniture bambu selama semalaman di dalam ruangan yang kering. Baru esok harinya furniture bisa digunakan. 

Ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu ketika Anda hendak mengecat ulang furniture. Bersihkan terlebih dahulu lapisan coating yang lama dengan bahan kimia seperti thinner. Caranya adalah menuangkan bahan kimia ke atas permukaan kemudian bersihkan dengan scrape. Baru di amplas dengan amplas 180.

Artikel "Finishing Idea"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH