4 Macam Aplikasi Cat Warna untuk Hiasan Dinding dengan Gaya Vintage

Hiasan dinding dari kayu di rumah-rumah modern kini sangat banyak digunakan. Apalagi kayu jati belanda dan pinus yang harganya murah seringkali dimanfaatkan. Pemilik rumah tidak harus menggunakan kayu mahal seperti jati. Ditambah lagi dengan gaya vintage dan shabby chic yang kini banyak diterapkan, membuat banyak orang berburu kayu lunak seperti pinus. 

Jika sudah mendapatkan kayu, apakah Anda sudah memikirkan finishing apa saja yang bisa memperlihatkan kesan vintage? Ada begitu banyak yang bisa dipilih, ditambah lagi dengan banyaknya produk cat warna yang bisa dimanfaatkan. Satu hal yang perlu diingat adalah cat dengan warna natural yaitu stain adalah bahan finishing yang harus digunakan. 

Kesan vintage atau memperlihatkan kesan antik lebih mengedepankan kesan lapuk atau tua. Sehingga akan lebih mudah untuk memberikan warna-warna natural daripada solid. Apalagi jika Anda baru pertama kali mengecat atau belajar mengecat, maka warna natural lebih mudah digunakan. 

Ada begitu banyak pilihan warna yang bisa digunakan seperti walnut, jati, hingga mahoni. Setiap produk finishing biasanya menyediakan warna-warna yang lengkap. Anda tinggal memilih bahan yang tepat dan warnanya yang diinginkan. Disini Anda bisa memilih lima hasil finishing yang hendak digunakan. 

Hiasan Dinding Kayu Transparan

Hasil pertama yang sangat direkomendasikan adalah transparan. Karena tampilan transparan, maka Anda tak perlu menggunakan warna-warna dari stain. Cobalah Anda melihat hiasan dinding dari kayu pada rumah-rumah modern di majalan. Hiasan yang menggunakan kayu pinus sebagian besar dibiarkan memiliki penampilan alami. 

Ada dua bahan yang perlu digunakan yaitu sanding sealer dan juga pernis atau clear coat. Hasilnya, hiasan dinding seolah-olah tidak difinishing tapi sudah terlindungi dengan bahan finishing. Sanding sealer dibutuhkan untuk menyegel pori sehingga hasil dari pernis bisa merata.

Berikut ini langkah-langkah mengaplikasikannya:

  1. Amplas permukaan hiasan dinding hingga menjadi halus dan bersihkan debu amplas. 
  2. Campurkan Biovarnish sanding sealer dengan air, gunakan perbandingan 2:1. Aduk merata dan kuas ke permukaan hiasan dinding searah serat. Diamkan 60 menit kemudian amplas ambang. 
  3. Campurkan Biovarnish clear coat dengan air perbandingan 2:1 air dan aduk merata. Kemudian kuas ke permukaan kayu searah serat kayu. Terakhir diamkan selama 24 jam baru hiasan dinding bisa digunakan. 

Sebagai tampilan akhir, Anda bisa memilih untuk menggunakan clear coat gloss atau matte. Keduanya akan menghasilkan tampilan transparan yang sama-sama sempurna. 

Hiasan Dinding Warna Kayu Walnut Antik

Kesan vintage juga tidak terlepas dengan tampilan hiasan dinding yang antik. Untuk warna antik ini Anda bisa menggunakan warna natural dari kayu walnut. Anda bisa memilih warna dari Biovarnish liquid stain warna dark walnut atau walnut brown. Tampilan antik bisa terlihat kuat dengan penggunaan glaze black. 

Berikut ini langkah-langkah mengaplikasikan cat warna untuk hasil antik dengan warna walnut. 

  1. Amplas permukaan hiasan dinding dan bersihkan dari debunya. 
  2. Campur Biovarnish liquid stain warna walnut dengan air perbandingan 2:1 air. Kemudian kuas ke permukaan kayu searah serat tipis saja asal merata. Diamkan kering dan amplas secara ambang. Bersihkan debunya. 
  3. Campur Bioavrnish sanding sealer dengan air perbandingan 2:1 air dan kuas ke seluruh permukaan hiasan dinding searah serat. Diamkan kering baru di amplas ambang. 
  4. Encerkan Biovarnish glaze black atau brown dengan sedikit air. Kuas merata searah serat dan tunggu beberapa menit baru hapus glaze dengan kain kering. Hapus searah serat sampai tersisa pada bagian seratnya saja. 
  5. Campur Biovarnish clear coat gloss dengan air perbandingan 2:1 air. Bisa langsung diaplikasikan diatas glaze tanpa menunggu kering. Diamkan hiasan dinding mengering semalaman. 

Khusus untuk tampilan antik, Anda harus menggunakan Biovarnish clear coat gloss supaya tampilannya lebih terlihat terawat walaupun usang. 

Hiasan Dinding Warna Kayu Jati Rustik

Selain antik, gaya vintage juga sering menggunakan tampilan rustik. Dimakan hiasan dinding kayu tampak usang dan terlihat beberapa kerusakan. Kesan rustic sendiri bisa Anda dapatkan dengan memperlihatkan warna kayu jati yang lebih menarik. Proses finishing juga masih memanfaatkan glaze. 

Proses finishing dimulai dengan merusak hiasan dinding kayu menggunakan sikat kawat. Anda bisa menggunakan 

  1. Encerkan Biovarnish liquid stain warna jati dengan air, kuas ke permukaan kayu searah serat kemudian tunggu kering selama 60 menit. Baru setelah itu amplas secara ambang. Bersihkan debu amplas kemudian. 
  2. Encerkan Biovarnish sanding sealer dengan air, kuaskan larutan ke permukaan hiasan dinding. Diamkan kering selama 60 menit kemudian amplas secara ambang. Bersihkan debunya. 
  3. Campurkan Biovarnish glaze brown dengan sedikit air kemudian kumasukkan merata ke permukaan kayu. Diamkan 10 sampai 15 menit kemudian hapus lapisan glaze searah serat kayu dengan kain yang kering. 
  4. Encerkan Biovarnish clear coat matte dengan air perbandingan 2:1 air. Kuaskan di atas permukaan glaze yang baru saja dibersihkan dengan kain. Diamkan hingga lapisan clear coat mengering semalaman. 

Karena kesan usang pada rustik lebih kuat maka akan lebih baik jika Anda menggunakan pernis dengan tampilan matte. Biasanya tampilan usang dari sebuah furniture sudah tidak lagi mengkilap.Oleh karena itu kesan gloss digantikan dengan tampilan matte. 

Hiasan Dinding Kayu White Wash

Finishing white wash sendiri juga memperlihatkan kesan usang rustic. Biasanya muncul pada kayu dengan warna yang gelap, karena sering terkena sinar matahari maka warna putih pada seratnya terlihat. Efek putih bisa didapatkan dengan memanfaatkan Biovarnish glaze warna putih. 

Sedangkan untuk warna dasar kayu bisa berbagai, akan lebih mudah jika Anda menggunakan warna yang gelap seperti salak brown dari Biovarnish. Langkah awalnya adalah dengan membuat kerusakan pada serat kayu menggunakan sikat kawat. Caranya sama persis pada efek rustic di atas. 

Setelah selesai dipersiapkan, ikuti langkah aplikasinya berikut ini. 

  1. Campurkan Biovarnish liquid stain warna salak brown dengan air kemudian kuaskan bahan ke permukaan hiasan dinding. Tunggu kering dan amplas ambang. 
  2. Campurkan Biovarnish sanding sealer dengan air kemudian kuas larutan cat ke permukaan kayu. Tunggu kering baru amplas ambang. Cukup satu lapisan saja. 
  3. Encerkan Biovarnish glaze warna putih dengan sedikit air. Kuas ke permukaan kayu merata, diamkan selama 20 menit kemudian baru hapus dengan kain kering. 
  4. Aplikasikan Biovarnish clear coat matte yang sudah dilarutkan dengan air ke permukaan hiasan dinding secara merata. Diamkan di ruangan kering selama semalaman. 

Aplikasi white wash tidak jauh berbeda dengan finishing rustic. Hanya saja Anda harus lebih berhati-hati ketika mengaplikasikan glaze warna putih. Sebaiknya aplikasikan sekali saja supaya hasilnya sempurna. Hindari mengulangi aplikasi beberapa kali supaya warna putih tidak dominan dan hanya meresap ke dalam bagian serat kayu saja. 

Artikel "Finishing Idea"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH