Mengintip 5 Jenis Bahan Cat untuk Lantai Kayu

Untuk menghasilkan finishing lantai kayu yang maksimal, kenali masing-masing kelebihan dan kekurangan bahan finishing lantai kayu terlebih dahulu. 

Lantai kayu membutuhkan perlakuan khusus dalam hal finishing yang berbeda dengan furnitur. Penyebabnya adalah kemungkinan pemakaian lantai yang bisa menimbulkan kerusakan lebih cepat, khususnya pada area lantai seperti di depan pintu masuk, lantai kamar mandi, hingga area keluarga. 

Kelebihan dan Kekurangan 5 Jenis Bahan Finishing Lantai Kayu

Bahan finishing yang digunakan untuk lantai berbeda dengan furnitur, di mana perlindungan yang dihasilkan harus lebih baik. Cat ini haruslah cat yang bisa digunakan untuk finishing lantai kayu baru atau keperluan pengecatan ulang. 

Membantu Anda mengambil keputusan dalam pemilihan bahan finishing, berikut penjelasan mengenai kelebihan serta kekurangan beberapa jenis cat berdasarkan bahannya. 

Wax

Merupakan bahan finishing lantai kayu tradisional jauh sebelum tahun 1960 an. Wax menjadi alternatif yang digunakan manusia untuk melapisi permukaan kayu selama ribuan tahun bahkan sampai hari ini. 

Wax menciptakan tampilan lantai kayu low sheen yang natural. Anda akan menemukan dua jenis wax dalam bentuk cairan, juga pasta. Keduanya diaplikasikan dengan menggosok menggunakan tangan. 

Anda bisa juga mencampurkan wax dengan stain untuk memberikan warna pada lantai. Kelebihan dari wax adalah mudah untuk diaplikasikan dan sedikit menghasilkan zat volatile organic compound (voc). 

Cara kerja wax adalah dengan meresap ke dalam kayu dan kering lebih cepat dalam beberapa jam. Kekurangannya adalah tidak terlalu melindungi kayu dan warnanya akan menguning atau menjadi gelap seiring berjalannya waktu. 

Shellac

Tak hanya lantai, shellac juga sering digunakan sebagai finishing rumah kayu. Sama seperti wax, shellac juga sudah digunakan selama ribuan tahun lamanya. Terbuat dari lac yang dihasilkan serangga khusus di beberapa kawasan di Asia. 

Secara natural setelah kering warnanya akan berubah menjadi orange tint dan tampilannya sangat mengkilap. Cara mengaplikasikannya hanya perlu dicampur dengan alkohol dan memiliki waktu kering relatif lebih cepat. 

Namun, karena kecepatan keringnya inilah yang membuat shellac cukup sulit untuk diaplikasikan. Lantai yang dilapisi dengan shellac juga cenderung mudah untuk menimbulkan cap air. Shellac tak dapat digunakan pada lantai yang sangat sering digunakan. 

Natural Oil

Cara pernis lantai kayu mengguakan natural oil, sangat mudah dan bisa menampilkan keindahan kayu. Sayangnya, produk ini tak memberikan perlindungan maksimal serta perlu proses recoating setiap beberapa tahun sekali. Harganya pun juga terbilang cukup mahal. 

Natural oil cukup populer pada tahun 1960-an. Cara kerja bahan finishing ini pada lantai kayu adalah dengan meresap ke dalam pori kayu. Sangat cocok digunakan untuk rumah bergaya klasik atau vintage. 

Ketika natural oil meresap ke dalam pori kayu, akan menciptakan tampilan lantai yang sangat cantik. Namun, ketahanannya terhadap penggunaan lantai yang cukup sering tidak cukup baik, bahkan terkesan seperti bahan shellac. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah lantai kayu harus bebas dari minyak atau bahan kimia, karena natural oil tak mampu melindungi kayu dari kedua masalah tersebut. 

Oil Based Polyurethane

Setelah tahun 1960 an, polyurethane mulai diproduksi massal. Sangat tepat untuk digunakan pada lantai dengan penggunaan cukup tinggi. Kelebihannya adalah harga yang tidak terlalu mahal dengan perlindungan terhadap kelembaban sangat baik. 

Hanya saja jika coating lantai parket oil based ini digunakan akan mengubah warna ke depannya. Warna lantai akan berubah menguning dan proses aplikasi membutuhkan waktu sangat lama. 

Bahan oil based polyurethane sendiri mudah terbakar karena menggunakan solvent dan menguapkan banyak kandungan voc. Soal tampilan kilap, oil based polyurethane menyediakan banyak pilihan dari high gloss sampai dengan  satin. 

Water Based Polyurethane

Salah satu pilihan terbaik yang tidak menghasilkan  voc berlebihan adalah water based polyurethane. Kelebihan dari water based polyurethane adalah waktu kering yang cepat. Tampilan yang dihasilka pun juga lebih halus serta bebas perubahan warna menguning atau jadi gelap. 

Saat mengaplikasikan bahan water based polyurethane, Anda tidak perlu khawatir masalah bau menyengat yang biasanya muncul dari keempat bahan lainnya di atas. Hasil finishingnya cukup mengkilap.

Soal perlindungan, water based polyurethane sangat tahan terhadap berbagai jenis cairan, seperti bahan kimia, air atau cairan lainnya. 

Di antara semua bahan finishing di atas, manakah yang paling tepat? Sangat dianjurkan untuk menggunakan Biothane yang merupakan water based polyurethane. Cara aplikasi cat lantai kayu dengan Biothane juga sangat mudah. 

Di Manakah Anda Bisa Mendapatkan Produk Biothane?

Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau pemesanan mengenai produk ini, silahkan hubungi HotLine kami via Whatsapp dan telepon di sini : HotLine Bio. Atau melaui e-mail Klik Di Sini.

Anda dapat membeli produk Biothane secara online melalui beberapa kanal marketplace kami berikut ini.

Anda juga bisa membeli produk Biothne secara langsung di beberapa service point berikut ini.

Bio Center Yogyakarta

Jl. Sidikan 94, Surosutan, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55162
Phone: 0274 287 1834
Hp / WhatsApp: Klik Di Sini
e-mail: Klik Di Sini

Bio Service Point Jepara

Jl. Raya Kudus Km. 9, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah 59417
Phone: 0291 598992
e-mail: Klik Di Sini

Bio Service Point Cirebon

Jl. Escot No.42 RT.014/RW.04, Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat 45154
Phone: 0231 320759
e-mail: Klik Di Sini

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH