Pernis Kayu Sonokeling Biovarnish Water Based untuk Tampilan Eksotis

Kayu sonokeling adalah salah satu jenis kayu yang mahal harganya di Indonesia karena termasuk jenis yang langka. Kayu ini merupakan jenis kayu keras yang kekuatan dan keawetannya sama seperti kayu jati. Tak heran banyak yang berburu kayu ini untuk diolah menjadi furniture. 

Kayu yang mahal harganya ini tentunya tidak bisa sembarang di finishing. Anda harus memperhatikan pemilihan bahan pernis. Tidak cocok juga menyembunyikan keindahan kayu dengan cat warna solid. Kayu yang memiliki ciri khas warna hitam dengan serat kayu putih kekuningan yang terlihat jelas ini harus ditampilkan. 

Banyak orang akhirnya melakukan pemilihan terhadap bahan finishing untuk kayu sonokeling. Ada pernis solvent dan water based, namun di antara itu semua Biovarnish adalah produk yang tepat. Pernis water based ini terdiri dari empat produk yaitu Biovarnish wood filler, liquid stain, sanding sealer dan clear coat. 

Cara mengaplikasikan Biovarnish pun juga harus berurutan. Supaya hasilnya maksimal, akan lebih baik jika Anda tidak menghilangkan satu komponen bahan finishing dan mencampurnya dengan produk yang lainnya. Paket Biovarnish series water based ini akan menghadirkan tampilan sonokeling lebih eksotis. 

Mengapa Menggunakan Biovarnish untuk Kayu Sonokeling?

Kayu sonokeling walaupun memiliki ketahanan yang tinggi dan keawetan bagus terhadap rayap namun tetap membutuhkan bantuan pernis sebagai perlindungan tambahan. Anda juga sebaiknya memilih Biovarnish untuk menggantikan penggunaan pernis solvent seperti pada umumnya. 

Mengapa Biovarnish? Ada banyak alasan mengapa produk ini sebaiknya digunakan. Berikut ini beberapa alasan Anda harus menggunakan Biovarnish sebagai bahan finishing kayu sonokeling. 

  • Menggunakan air sebagai bahan pelarut

Air merupakan bahan yang paling baik ketika digunakan sebagai bahan finishing. Berbeda dengan solvent yang memiliki kandungan logam berat berbahaya bagi lingkungan. Bahan pelarut air artinya Anda juga tidak perlu membeli thinner yang tentunya menghemat biaya finishing. Anda hanya perlu mempersiapkan air bersih dengan pH kurang lebih 7. 

  • Memperindah tampilan kayu sonokeling

Berhubungan dengan tampilannya, kayu sonokeling merupakan kayu eksotis yang perlu Anda tampilkan. Biovarnish liquid stain memiliki pilihan warna sonokeling yang natural transparan. Fungsinya adalah mempertajam tampilan kayu sehingga lebih menarik. Selain itu warna yang diberikan memiliki kemiripan tinggi sehingga Anda tak perlu khawatir mendapat tampilan yang berbeda. 

  • Mempertahankan warna kayu asli

Bukan hanya warna eksotis yang mirip saja dibutuhkan, tetapi soal keawetan warna juga perlu dipertimbangkan. Produk Biovarnish akan memberikan perlindungan terhadap sinar uv sehingga warna dari kayu sonokeling tidak akan mudah pudar. Berkat Biovarnish clear coat yang memiliki lapisan film kuat, Anda bisa meletakkan furniture di luar ruangan tanpa takut warna luntur. 

  • Warna transparan membuat serat kayu nampak

Tidak semua pernis dengan stain yang bisa memberikan tampilan serat kayu sonokeling. Memiliki warna hitam dengan transparansi tinggi akan didapatkan jika Anda menggunakan Biovarnish water based. Karena pelarut air, transparansi yang diberikan lebih tinggi serta tahan lama tidak mudah berubah menguning. 

  • Tidak menimbulkan bau menyengat

Kelebihan Biovarnish water based bukan soal tampilan saja tetapi juga kemudahan aplikasi. Salah satunya adalah cat tidak menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu. Anda bisa mendapatkan cat pernis yang bebas bau sehingga selama proses pengeringan dan aplikasinya Anda tidak perlu terganggu. 

Langkah Aplikasi Biovarnish untuk Kayu Sonokeling

Kemudahan aplikasi bukan hanya sekedar tidak berbau menyengat tetapi juga prosesnya. Biovarnish lebih cepat kering dimana hanya 60 menit saja setiap lapisan coating akan mengering dan bisa Anda lanjutkan proses aplikasinya. Anda juga tak perlu repot menggunakan spray gun, namun cukup alat kuas dengan bulu nilon yang halus saja. 

Ada lima langkah yang bisa Anda yaitu persiapan, menutup pori, memberikan warna, memberikan lapisan sealer dan terakhir aplikasi pernis. Setiap prosesnya, Anda perlu melakukannya di ruangan bersih, jadi pisahkan dengan area menggergaji kayu supaya bebas debu. 

Ikuti lima langkah berikut sebagai tahapan finishing kayu sonokeling yang benar. 

Mempersiapkan Kayu Sonokeling 

Kayu sonokeling termasuk kayu keras dengan permukaan yang cukup sulit di amplas. Anda membutuhkan mesin pengamplasan supaya lebih mudah, jadi hindari mengamplas dengan cara manual. Anda bisa menggunakan hand sander dengan amplas pertama adalah grit 150 jika permukaan kayu tidak terlalu kasar. Namun jika sangat kasar mulailah dengan grit 80. 

Amplaslah searah dengan serat kayu, hindari mengamplas memutar supaya tidak meninggalkan bekas. Segera setelah kertas amplas aus, Anda harus menggantinya dengan yang baru supaya tidak meninggalkan bekas terbakar. Gantilah amplas secara berurutan dengan grit yang lebih kecil hingga grit 220. 

Setiap mengganti kertas amplas, bersihkan substrat kayu sonokeling dengan kain yang kering. Jangan pernah melewatkan tahapan pengamplasan ini karena akan menentukan kerapian hasil finishing nantinya. 

Menutup Pori Kayu Sonokeling dengan Wood Filler

Biovarnish wood filler tersedia dalam 4 jenis warna yaitu jati, ramin, sungkai, dan mahoni. Untuk kayu sonokeling Anda bisa menggunakan warna ramin yang kekuningan, sungkai yang cenderung putih atau mahoni yang kemerahan. Hindari warna jati karena warnanya lebih ke coklat. 

Pori kayu sonokeling memiliki ukuran yang lebih kecil dan padat, jadi Anda tidak perlu lama untuk aplikasinya dan cukup satu kali saja. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Bersihkan debu pada kayu. 
  2. Larutkan Biovarnish wood filler dengan sedikit air supaya lebih encer. 
  3. Sapukan wood filler dengan kain kering ke permukaan kayu berlawanan arah serat atau memutar dengan sedikit ditekan. 
  4. Tunggu lapisan ini kering selama 20 menit kemudian lanjutkan dengan pengamplasan. Gunakan amplas nomor 240 dan pastikan hasilnya halus. 

Memberikan Warna Sonokeling

Saatnya aplikasi warna, karena kayu sonokeling yang khas Anda tidak akan kesulitan untuk memilih warnanya. Ada dua warna yang bisa Anda pilih dari Biovarnish liquid stain yaitu warna sonokeling atau papua rose. Sonokeling warna yang cenderung hitam sedangkan papua rose sedikit kemerahan. Anda bisa memilihnya sesuai dengan selera. 

Proses aplikasinya pun cukup mudah yaitu sebagai berikut:

  1. Bersihkan debu wood filler dengan kain kering. 
  2. Larutkan Biovarnish liquid stain dengan air perbandingan 2:1 air. Aduk hingga merata.
  3. Kuas larutan stain ke permukaan kayu searah dengan serat kayu dan tunggu kering. 
  4. Lanjutkan dengan pengamplasan ambang. Anda bisa mengamplas dengan grit 400. 
  5. Ulangi aplikasi mulai dari aplikasi, pengeringan dan pengamplasan hingga warna tajam eksotis didapatkan. 

Mengaplikasikan Sanding Sealer dan Clear Coat

Sanding sealer diaplikasikan dengan cara yang sama persis dengan Biovarnish liquid stain. Hanya saja Anda cukup mengaplikasikannya satu kali saja. Sedangkan untuk Biovarnish clear coat Anda bisa mengaplikasikannya dengan dicampur Biocide Surface Film Preservative. Fungsinya adalah memperkuat perlindungan terhadap jamur permukaan. 

Cara aplikasinya pun adalah:

  1. Larutkan Biovarnish clear coat dan air perbandingan 2:1 air. Tambahkan sedikit Biocide kemudian diaduk merata. 
  2. Kuaskan bahan ke seluruh permukaan kayu sonokeling harus searah dengan serat kayu. 

Artikel "Teknik Aplikasi"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH