DIY : Cara Cat Kayu Menggunakan Wood Stain Liquid Series Sendiri

Bagaimana cara mendapatkan hasil finishing dari liquid stain layaknya profesional? Caranya mudah, cukup menggunakan memilih produk tepat seperti Biovarnish liquid stain dan belajar teknik menguasnya. Tak lupa juga melakukan persiapan yang penting dalam tahapan finishing. 

Kunci para profesional bisa mendapatkan hasil sempurna dari finishingnya adalah terbiasa menguaskan cat atau menyemprotkannya pada substrat kayu. Mereka juga tidak lupa arah serat sehingga hasilnya pun sangat halus. Anda yang dirumah pun bisa meniru kemampuan mereka dengan lebih cepat. 

Langkah-langkah mengaplikasikan liquid stain sendiri sudah tertera pada kemasan kaleng cat. Tugas Anda adalh meniru dan mengikutinya dengan tepat. Selalu baca ulang petunjuk pemakaian sebelum menggunakannya untuk meminimalisir kesalahan. Jika sudah, ikuti langkah-langkah yang biasa dilakukan para profesional berikut ini. 

Persiapan Pengecatan yang Tak Boleh Dilewatkan

Langkah yang tak pernah dilewatkan adalah persiapan. Ada tiga persiapan yang dilakukan mulai dari pemilihan kertas amplas, warna liquid stain dan juga persiapan ruang kerja. Tanpa persiapan hasil finishing akan kasar, Anda pun tidak bisa mendapatkan hasil yang rapi. Berikut ini penjelasan dari masing-masing persiapannya. 

Pemilihan Kertas Amplas 

Anda harus memilih jenis kertas amplas yang tepat, karena akan mengecat substrat kayu maka amplas aluminium oxide bisa digunakan. Untuk pengamplasan kayu yang masih kasar, gunakan grit dengan nomor kecil seperti 100 atau 80. Nomor terakhir yang digunakan sebelum aplikasi cat adalah 220. Sedangkan untuk amplas nomor 240 digunakan mengamplas filler dan grit 400 untuk antar lapisan coating. 

Untuk pengamplasan filler dan kayu yang belum dilapisi coating Anda diperbolehkan menggunakan mesin amplas dan sedikit ditekan. Namun untuk antar lapisan coating, cukup mengamplasnya secara ambang saja. 

Pemilihan Warna Liquid Stain

Warna dari Biovarnish liquid stain yang tersedia adalah 20 pilihan warna natural. Di antara semua warna Anda harus memilih yang paling tepat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan warna. Pertama adalah warna asli kayu, jika warna kayunya gelap atau kemerahan maka pilihlah warna sejenis. Namun jika warna kayu terang Anda bisa memilih warna apapun. 

Kedua, pilihlah warna sesuai dengan desain interior ruangan. Contoh untuk desain klasik warna-warna coklat kemerahan seperti mahoni cocok dipilih. Namun untuk desain minimalis bisa menggunakan warna hangat seperti coklat terang seperti light brown atau yellow ox. 

Mempersiapkan Ruang Kerja 

Kini saatnya memperhatikan ruang kerja. Supaya hasil finishing rapi pisahkan ruang kerja untuk merakit dan memotong kayu dengan ruang mengecat. Supaya debu bekas amplas dan serbuk kayu lain tidak menempel pada cat yang masih basah. Selain itu juga berikan alas terpal atau plastik supaya lantai tidak kotor. 

Ruangan mengecat juga harus terang dan tidak berangin. Cukup buka lubang angin untuk menciptakan sirkulasi udara supaya cat cepat kering. Penerangan berfungsi untuk lebih cepat mengecek tingkat kerataan cat yang diaplikasikan. 

Bekerja Menutup Pori Kayu dengan Wood Filler

Langkah kedua yang harus diperhatikan adalah menutup pori kayu. Dengan pori kayu yang tertutup hasil dari liquid stain Biovarnish akan lebih halus. Artinya finishing close pore disini dibutuhkan. Peranan wood filler Biovarnish sangat penting, ada dua cara yang bisa diperhatikan dalam tahapan aplikasinya. 

Cara Menutup Cacat Goresan

Saat kayu memiliki luka goresan yang tak bisa hilang walaupun sudah di amplas maka harus diratakan dengan Biovarnish wood filler. Caranya adalah oleskan Biovarnish wood filler dan ratakan dengan scrape pada cacat goresan. Tunggu wood filler mengering 20 menit. 

Amplas permukaan wood filler hingga menjadi lebih halus dan menyatu pada kayu. Terakhir bersihkan debunya dan cek kembali apakah masih ada cacat goresan yang belum ditutup. 

Cara Memperbaiki Cacat Lubang

Cacat lubang bisa saja muncul karena rayap atau paku pada kayu. Lubang yang cukup dalam ini tak bisa ditambal dengan wood filler saja. Anda harus mencampurkan wood filler Biovarnish dengan serbuk kayu terlebih dahulu. Setelah itu baru isikan pada lubang hingga bagian dasar dengan ditekan. 

Biarkan kering 20 menit kemudian lanjutkan dengan pengamplas. Jangan lupa bersihkan debu amplasnya. Serbuk kayu yang digunakan harus memiliki warna yang sama dengan kayu supaya tidak muncul belang. 

Mengaplikasikan Liquid Stain Biovarnish

Warna yang Anda inginkan sudah dipilih, saatnya untuk mengaplikasikan. Pada kemasan kaleng cara aplikasinya adalah melarutkan, menguas, dan mengeringkan kemudian ulangi hingga mendapat warna sesuai. Supaya hasilnya lebih sempurna lagi, aplikasikan dengan mengikuti teknik-teknik berikut ini.

Cara Melarutkan Liquid Stain Biovarnish

Melarutkan bahan selalu menjadi yang pertama kali harus diperhatikan. Banyak yang masih salah melakukannya. Cara yang benar adalah campurkan Biovarnish liquid stain dengan air di wadah yang berbeda. Jangan mencampurkannya langsung dengan menambahkan air ke dalam kaleng. 

Hindari juga mengocok kaleng cat atau larutan nantinya. Cukup diaduk perlahan. Pengukuran viskositas bisa dilakukan dengan alat NK2 dan dapatkan viskositas 11-12 detik. Namun jika tak memilikinya, buatlah perbandingan 2 bahan dengan 1 air dan aduk. Cobalah untuk menguaskan pada substrat kayu tidak terpakai dan lihat apakah sapuan kuasnya ringan dan merata.

Teknik Menguas Liquid Stain

Pada kemasan kaleng cat juga tidak dijelaskan secara detail bagaimana cara Anda menguaskan cat secara merata. Hal ini memang membutuhkan latihan, namun Biovarnish liquid stain memiliki keistimewaan sapuan kuas yang ringan dan tidak meninggalkan brush mark. 

Caranya adalah celupkan kuas jangan sampai memenuhi kuas, cukup ¾ bagiannya saja. Kemudian ketik pada wadah supaya kandungan cat berkurang dari kuas. Baru sapukan kuas ke permukaan kayu searah dengan serat. 

Pegang kuas dengan sudut 45 derajat dari permukaan kayu dan tarik sesuai serat kayu. Lakukan berlanjut, buat sapuan kuas yang panjang hingga kandungan cat dalam kuas habis. Pada bagian ujung kayu ratakan tetesan cat dengan kuas sehingga rapi. 

Proses Pengeringan yang Harus Diperhatikan

Setiap lapisan coating baik itu stain, sanding sealer dan clear coat atau pernis membutuhkan waktu pengeringan. Karena Anda menggunakan Biovarnish liquid stain maka waktu pengeringannya lebih cepat yaitu 60 menit. Proses pengeringan juga tidak membutuhkan panas matahari. Anda cukup mendiamkan atau mengangin-anginkannya di dalam ruangan. 

Setiap lapisan coating baik itu stain dan sanding sealer waktu 60 dibutuhkan sebelum Anda mengamplas ambang. Namun khusus untuk clear coat atau pernis waktu pengeringannya lebih lama yaitu 24 jam. Anda bisa juga mengeringkannya selama semalaman atau seharian penuh sebelum akhirnya menggunakan. 

Ada juga pengeringan sempurna apabila Anda hendak mengirim furniture kayu yang selesai di finishing. Jika akan melalui pengiriman maka waktu kering yang dibutuhkan lebih lama yaitu selama 7 hari. Waktu tersebut akan membuat cat kering dan keras secara sempurna.

Artikel "Teknik Aplikasi"

About Us

Proses finishing membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishingnya melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2019 WaterBaseCoating.com - All Right Reserved.