Cara Ampuh Merawat Gebyok Jawa di Rumah Sendiri agar Tahan Lama

Bagi orang Jawa, merawat gebyok telah menjadi bagian dari hunian yang tak bisa dipisahkan. Gebyok sendiri memiliki harga yang sangat mahal, bukan hanya karena materialnya. Namun juga karena ukiran yang dibentuk membutuhkan keterampilan tinggi. Para pengrajin pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam pembuatannya. 

Gebyok yang saat ini sangat terkenal biasanya berasal dari Jepara. Para pengrajin akan memilih jenis kayu kemudian mendesain ukiran dan membuatnya. Jenis kayu yang digunakan haruslah keras tetapi tetap lunak untuk ditatah. Kayu yang paling sering digunakan adalah jati. 

Sedangkan untuk desain sangat bervariasi dan biasanya menggunakan desain ukiran tradisional. Misalnya untuk ukiran dari daerah Jepara biasanya didominasi oleh bentuk sulur tanaman. Sedangkan ukiran khas Bali biasanya adalah berbentuk tanaman bunga. Ukuran akan yang dibuat untuk gebyok biasanya membentuk lubang. 

Kebanyakan gebyok akan dijual dalam bentuk mentah artinya belum ada lapisan cat yang digunakan. Hal ini dikarenakan pembeli dapat menyesuaikan finishing yang digunakan. Selain itu pemilik gebyok juga harus memperhatikan perawatannya. Harga yang tidak murah membuat perawatan harus lebih cermat lagi. 

Produk Perawatan Gebyok agar Bertahan Lebih Lama

Bagaimanakah cara merawat gebyok jawa? Banyak pemilik rumah yang belum paham akan perawatannya yang benar. Padahal perawatan dimulai dari proses finishing. Lapisan coating pada permukaan gebyok akan memberikan keindahan sekaligus perlindungan. Nah kira-kira apakah lapisan coating yang dibutuhkan? 

  • Base Coat dan Pernis 

Ada dua lapisan penting yang sebaiknya digunakan pertama adalah base coat dan kedua adalah pernis. Karena gebyok harus memperlihatkan keindahan kayu makas hasil finishing transparan yang dibutuhkan. Dalam hal ini, base coat yang digunakan adalah sanding sealer

Produk sanding sealer yang dipercaya untuk melindungi kayu adalah Biovarnish. Hal ini dikarenakan sanding sealer ini terbuat dari bahan dasar air. Jadi hasil warna yang dihasilkan sangat transparan. Selain itu Biovarnish sanding sealer juga mampu mengisi pori kayu secara sempurna. 

Lapisan kedua adalah pernis, karena menggunakan sanding sealer berbahan dasar air maka pernis yang digunakan juga harus sama. Biovarnish clear coat gloss tersedia sebagai produk penris yang transparan dan melindungi dengan baik. 

Clear coat dari Biovarnish memberikan perlindungan dari kelembaban, goresan dan hasil tampilannya glossy. Tampilannya sangat transparan bahkan proses aplikasinya sangat mudah yaitu dengan kuas. Setelah melapisi dengan pernis ini maka gebyok di rumah Anda akan bertahan sangat lama. 

  • Bahan Poles Kayu

Perawatan akan berlanjut secara rutin dengan bahan poles kayu setelah lapisan coating mengering. Anda perlu menggunakan bahan poles ini setiap satu bulan kali setidaknya. Fungsinya adalah untuk mempertahankan tampilan glossy pada gebyok dan melindunginya dari serangan jamur atau rayap. 

Produk poles apa yang digunakan? Anda bisa menggunakan Biopolish Linseed Oil untuk proses pemolesannya. Bahan ini terbuat dari lilin lebah jadi sangat aman digunakan. Hasil tampilannya akan lebih glossy, bahkan pada permukaan kayu yang tadinya kusam sekalipun. 

Merawat Gebyok Ukir dengan Lapisan Pernis

Langkah pertama perawatan gebyok jawa adalah memberikan lapisan pernis. Karena Anda telah menemukan produk yang digunakan maka selanjutnya adalah bagaimana cara mengaplikasikannya. Proses aplikasi akan dimulai dengan sanding sealer kemudian dilanjutkan dengan pernis.

Bahan dan alat yang dibutuhkan adalah:

  1. Biovarnish sanding sealer
  2. Biovarnish clear coat gloss
  3. Air
  4. Wadah untuk melarutkan
  5. Amplas aluminium oxide nomor 240 dan 400
  6. Kain katun bersih

Cara mengaplikasikan :

  • Amplas permukaan gebyok dengan amplas nomor 240. Lakukan pengamplasan dengan teknik yang tepat. 
  • Campurkan Biovarnish sanding sealer dengan air. Gunakan perbandingan 2 : 1 dan aduk merata. Kuaskan ke seluruh permukaan gebyok hingga merata dan tunggu kering. 
  • Lanjutkan pengamplasan ambang setelah sanding sealer mengering. Gunakan amplas nomor 400 dan hilangkan debu bekas amplas. 
  • Encerkan Biovarnish clear coat gloss dengan perbandingan 2 : 1. Kuaskan pernis ke seluruh permukaan gebyok hingga merata. 
  • Diamkan gebyok agar mengering dengan sendirinya selama semalaman. 

Lapisan pernis akan mengering selama semalaman, jadi pastikan saja Anda meletakkan gebyok di dalam ruangan yang kering dan bersih. 

Pemolesan Gebyok Jawa Secara Berkala

Gebyok yang dicat mungkin sudah kering, namun Anda tidak langsung bisa memolesnya dengan Biopolish. Perlu ditunggu selama satu bulan ketika kotoran dan debu menempel. Maka pada saat itulah Anda harus memoles gebyok dengan Biopolish. Alat dan bahan yang disiapkan pun tidak banyak, hanya Biopolish dan juga kain katun kering. 

Proses merawat dengan pemolesan gebyok ukir jawa akan lebih sulit dibandingkan dengan furnitur biasa. Hal ini disebabkan banyaknya lekukan karena ukiran. Oleh karena itu prosesnya bisa saja menjadi lebih lama. Pertama bersihkan semua debu dengan kain katun hingga bagian sela-sela ukiran. 

Baru setelah itu ambil Biopolish Linseed Oil dengan kain yang baru sedikit saja kemudian gosok pada permukaan gebyok. Gosok dengan sedikit ditekan dan sampai bahan meresap ke dalam permukaan kayu. Lapisan ini akan membuat permukaan menjadi lebih mengkilap dan debu tidak akan menempel. 

Ada satu hal yang perlu Anda lakukan yaitu lapisi dengan sangat tipis. Karena jika terlalu tebal maka hanya akan menimbulkan kelembaban. Darisitu maka akan muncul jamur dan juga mengundang rayap. 

Kesulitan Mengecat Gebyok dan Cara Mengatasinya

Pada saat Anda merawat dengan mengaplikasikan pernis pada gebyok jawa kuno atau baru, pasti akan muncul beberapa kesulitan. Tenang saja, karena setiap kesulitan pasti ada cara untuk mengatasinya. Jadi bagi Anda para pemula yang baru belajar mengecat tidak perlu khawtir akan kesulitan ini. 

Berikut ini beberapa tipe kesulitan mengecat gebyok yang bisa langsung diatasi. 

  • Timbulnya tetesan cat

Karena banyaknya lekukan maka akan muncul tetesan cat yang akhirnya membuat finishing tampak kotor walaupun tampilannya transparan. Pada kasus ini maka sebaiknya jangan terlalu banyak mencelupkan kuas ke dalam larutan cat. Kurangi cat yang meresap dan buatlah larutan yang tepat. 

Perhatikan seberapa banyak bahan pelarut yang digunakan. Pastikan saja larutan pernis dan sanding sealer tidak terlalu encer. Cat setidaknya masih cukup kental sebelum diaplikasikan. Setiap hendak mengecat, cat juga harus diaduk terlebih dahulu. 

  • Munculnya bekas sapuan kuas

Brush mark pastinya akan muncul jika ukuran kuas yang digunakan salah dan teknik menguas tidak benar. Karena banyak lekukan maka ukuran kuas yang digunakan sebaiknya di bawah 5 inci yaitu sekitar 3 inci. Gunakan ujung kuas untuk mengisi area dalam kayu. Arahkan sapuan kuas juga searah dengan serat kayu. 

Pada saat mengecat, sudut antara permukaan kayu dan kuas adalah 45 derajat. Lalu tarik kuas bukan didorong dengan lebih ringan seperti sedikit diangkat. Jangan terlalu menekannya karena itulah penyebab brush mark. 

  • Lapisan coating mengembun

Cat bisa saja muncul lapisan embun, hal ini karena proses penguapan bahan pelarut terlalu cepat. Efek ini akan muncul apabila Anda menjemur gebyok di bawah panas matahari langsung. Karena bekerja dengan cat water based sebaiknya proses pengeringan dilakukan di dalam ruangan. Hindari menjemur apalagi langsung di bawah panas matahari. 

Artikel "Teknik Aplikasi"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH