Bermasalah dengan Jamur Blue Stain? Ikuti Cara Mengatasinya Ini

Jamur blue stain bisa menyerang jenis kayu apapun khususnya kayu lunak. Kayu yang tergolong lunak memiliki ukuran pori lebih besar. Contohnya seperti kayu pinus, jati belanda, sungkai, ramin. Sehingga memudahkan jamur blue stain untuk bisa merusak permukaan dan membuat penampilan kayu menjadi buruk.

Ketika Anda membeli papan kayu pinus di toko ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah banyaknya jumlah blue stain yang muncul dan kedua adalah mata kayu yang dimiliki. Keduanya akan memberikan hasil finishing kurang menarik.

Apabila Anda menggunakan kayu palet atau kayu pinus bekas pilihan menjadi lebih sedikit. Mendapatkan kayu dengan banyak jamur blue stain tentu menjadi masalah. Bukan berarti Anda tidak bisa mengatasi masalah tersebut dengan benar.

Ada beberapa cara untuk menyamarkan noda blue stain pada kayu. Bila Anda ingin finishing yang tampak natural maka sebelum finishing proses bleaching dibutuhkan. Bleaching adalah proses dimana kayu diputihkan sehingga noda apapun termasuk blue stain dapat tersamarkan.

Formulasi White Agent 250 dengan Biovarnish Wood Filler

Adanya jamur blue stain pada kayu tidak dapat dihilangkan. Hal ini disebabkan jamur sudah tumbuh jauh ke dalam substrat kayu. Tidak mungkin untuk memotong bagian kayu yang terkena jamur blue stain tersebut. Jalan satu-satunya adalah menggunakan bleaching kayu.

Produk bleaching yang disarankan untuk diaplikasikan pada jamur blue stain ada dua yaitu White Agent 250 dan juga Biovarnish wood filler. Keduanya merupakan bahan treatment sekaligus finishing kayu. White Agent 250 merupakan bleaching kayu yang aman karena pelarutannya menggunakan air.

Bleaching-kayu-White-Agent-250

WA 250 sendiri dirancang khusus untuk memberikan warna blue stain tersamarkan secara maksimal. Kayu juga akan memiliki warna yang lebih cerah daripada sebelumnya. Misalnya jika Anda mengaplikasikan pada kayu pinus, maka hasil warna akan berubah menjadi lebih cerah daripada warna kayu aslinya.

Berbeda dengan WA 250, Biovarnish wood filler akan memainkan perannya hampir seperti dempul kayu. Ada dua fungsinya yaitu memperbaiki lubang cacat kayu yang berukuran kecil. Kedua untuk menyamakan warna kayu yang belang.

Biovarnish wood filler juga produk yang terbuat dari bahan air. Inilah yang membuat keduanya kompatibel apabila diaplikasikan pada permukaan kayu jati. Urutan aplikasinya adalah menggunakan White Agent 250 terlebih dahulu kemudian baru Biovarnish wood filler.

Menyamarkan Blue Stain dengan WA 250

Langkah awal yang perlu Anda tempuh adalah bagaimana menyamarkan blue stain pertama kali. Pastikan Anda mengaplikasikan di saat cuaca cerah dan ruangan bersih bebas kotoran debu. Ruangan harus memiliki ventilasi udara yang baik sehingga nantinya bahan akan bekerja lebih cepat.

Alat yang dibutuhkan adalah kuas, wadah untuk melarutkan, pengaduk dan juga masker untuk melindungi diri Anda. Sedangkan bahan yang dipersiapkan adalah White Agent 250 dan juga air. Apabila Anda sudah siap, ikuti langkah aplikasinya berikut ini.

  1. Bersihkan permukaan kayu dengan kain dari segala debu yang menyumbat.
  2. Campurkan WA 250 dengan air dan aduk. Gunakan perbandingan bahan dan air 1:1.
  3. Kuaskan merata hingga bagian terkecil dari permukaan kayu. Khususnya bagian yang terkena jamur blue stain. Anda bisa mengaplikasikan lebih tebal pada bagian tersebut.
  4. Diamkan kayu mengering tanpa dijemur selama 4 hingga 6 jam. Perhatikan apakah warna sudah mulai cerah dan jamur tersamarkan. Anda bisa mengulangi aplikasi pada bagian kayu yang masih terlihat jamur.
  5. Bilas kayu dengan air bersih untuk menghilangkan sisa bahan yang ada dalam kayu.
  6. Jemur kayu hingga kering, atau Anda juga bisa menggunakan teknik kiln dry.

Hasil dari tampilan kayu kini akan menjadi lebih cerah. Biasanya jika WA 250 digunakan untuk pabrik, kayu akan direndam dalam kubangan yang besar. Perendaman dilakukan selama 1 jam agar bahan meresap. Baru kayu dikeringkan dengan cara kiln dry.

Memulihkan Warna Kayu dengan Biovarnish Wood Filler

Tampilan kayu kini sudah lebih cerah, namun sayangnya warnanya yang terlalu putih seringkali tidak sesuai dengan yang diinginkan. Anda mungkin ingin mendapatkan hasil finishing seperti jati atau mahoni.

Sedangkan apabila kayu memiliki warna yang lebih terang sulit untuk mencapai hasil terbaik bahkan jika hanya menggunakan wood stain. Selain itu pori pada jenis kayu lunak masih terbuka sehingga perlu filler untuk menutup bagian tersebut. Setelah itu baru wood stain dapat diaplikasikan dengan mudah.

Proses aplikasi Biovarnish wood filler dimulai dengan memilih empat warna tersedia. Warna kayu jati, mahoni, ramin dan sungkai perlu dipilih sesuai kebutuhan. Selanjutnya Anda membutuhkan air untuk pelarutan. Alat yang digunakan adalah kain katun bersih dan kering, wadah untuk melarutkan dan amplas grit 240 dan 220.

Proses aplikasi bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

  1. Amplas permukaan kayu dengan amplas 220. Bersihkan debu amplas dengan kain.
  2. Encerkan Biovarnish wood filler dengan air dalam wadah. Aduk merata.
  3. Ratakan wood filler dengan kain, caranya usapkan sambil ditekan. Anda bisa memutar atau mengaplikasikannya berlawanan arah serat.
  4. Diamkan kayu selama 20 menit agar benar-benar kering. Lanjutkan dengan amplas grit 240. Amplas hingga warna dan serat kayu terlihat baru bersihkan permukaan dari debu amplas.

Treatment Kayu untuk Masalah Jamur Lainnya

Masalah kayu lainnya yang perlu diperhatikan bukan hanya jamur blue stain saja. Setelah kayu diaplikasikan penis masalah jamur lainnya yaitu jamur permukaan akan sangat mengganggu. Hasilnya adalah permukaan kayu memiliki jamur berwarna putih biasanya ketika kayu diletakan pada area yang lembab.

Masalah jamur permukaan ini bisa dicegah dengan penggunaan pernis kayu. Bukan hanya pernis dan kayu membutuhkan tambahan obat BioCide Surface Film Preservative. Obat ini berfungsi untuk mencegah jamur permukaan yang dicampurkan pada pernis.

Pernis yang bisa diaplikasikan dengan obat ini tidak lain adalah Biovarnish Clear Coat. Jika Anda ingin mengaplikasikannya maka siapkan kedua bahan tersebut dan juga air. Alat yang dibutuhkan adalah wadah pencampur, pengaduk dan juga kain.

Proses aplikasinya adalah sebagai berikut ini:

  1. Bersihkan permukaan kayu yang sudah diberikan base coat atau wood stain dengan kain. Sebelumnya juga sudah harus di amplas secara ambang.
  2. Campurkan Biovarnish clear coat dengan air dan juga BioCide SFP. Aduk semuanya merata.
  3. Kuaskan cat ke seluruh permukaan kayu secara merata searah dengan serat kayu. Diamkan selama 60 menit kemudian amplas ambang dengan amplas nomor 400.
  4. Aplikasikan ulan cat agar memiliki tampilan yang halus serta merata. Diamkan kayu selama semalaman hingga lapisan coating terakhir mengering.

Lapisan terakhir ini selain melindungi kayu dari jamur permukaan juga masalah kayu lainnya. Mulai dari panas matahari, hujan dan perubahan cuaca lainnya. Kayu bisa digunakan untuk furniture outdoor seperti garden furniture. Warna kayu juga akan terlindungi dalam waktu lama.

Artikel "Uncategorized"

About Us

Proses finishing membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishingnya melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2019 WaterBaseCoating.com - All Right Reserved.