Mengenal Teknik Finishing Bakar dari Jepang dan Cara Aman Aplikasinya

Teknik finishing bakar pada kayu adalah teknik Jepang kuno yang dikenal sebagai Shou Sugi Ban telah menjadi sensasi internasional. Pemilihan kayu adaah bagian yang sangat penting. Kayu cedar dengan pori terbuka berfungsi paling baik, karena selama proses pembakaran, selulosa terluar terbakar, yang membuat lignin menjadi hitam di belakang. Tergantung pada level arang, ini bisa menciptakan efek jenis kulit buaya yang sangat hangus pada permukaan kayu.

Proses pembakaran kayu dari Jepang biasanya menggunakan Sugi (cryptomeria japonica), asli kayu alami yang tahan lama dan lembut untuk Jepang. Untuk alasan ini lebih lembut hasilnya. Kayu yang stabil dan tahan lama adalah yang terbaik.

Sangat penting daripada minimal 2-3mm arang yang dibuat untuk menciptakan “lapisan keausan” ketika kayu terkena cuaca. Banyak kayu keras tidak mencapai kedalaman arang yang diperlukan untuk memberikan ketahanan yang tahan lama, berhati-hatilah terhadap kayu keras yang mudah hangus.

Kedalaman pembakaran pada cedar sangat penting. Arang yang berat akan bertahan lebih lama daripada arang ringan, karena cara kayu mengering saat terkena pelapukan. Ketika terkena hujan dan UV, kayu perlahan mengikis, dan lapisan char berkorban inilah yang mengikis, mempertahankan warna hitam, bersama dengan manfaat pengawet.

Menyikat kayu yang hangus sering menciptakan penampilan cantik yang dapat diselesaikan dengan natural oil. Hasil finishing ini lebih cocok untuk interior, dan akan dengan cepat cuaca yang pernah terpapar di lingkungan luar.

Jenis Kayu Cedar untuk Finishing Kayu Bakar

Untuk berhasil dalam teknik finishing bakar ini kayu cedar banyak digunakan. Jika Anda pertama kali ingin menggunakan teknik ini maka gunakanlah kayu cedar. Kayu ini juga digunakan di jepang untuk melakukan teknik finishing bakar.

Kayu cedar memiliki kualitas yang baik dan juga tampilan yang menarik. Kayu cedar memiliki kandungan resin yang dapat manangkal serangan dari serangga. Maka Anda tidak perlu takut dengan rayap yang akan menghabiskan kayu cedar.

Mengenal Teknik Finishing Bakar Dari Jepang

Fungsi lain dari resin adalah dapat menyerap kelembaban dan bau sehingga kayu cedar banyak digunakan sebagai lemari pakaian dan juga lemari sepatu. Jika Anda membutuhkan tempat penyimpanan kering maka kayu cedar adalah solusuinya.

Kekuatan dari kayu cedar terlihat ketika masih menjadi pohon. Pohon cedar adalah tanaman yang mampu tumbuh di tempat yang dingin dan mampu hidup di tengah salju seperti di himalaya. Jadi di Indonesia kelembaban dan cuaca dingin bukan menjadi masalah untuk pohon cedar tetap tumbuh.

Kemudahan untuk tumbuh membuat kayu cedar menjadi mudah untuk ditemukan. Untuk tempilan dari kayunya, cedar memiliki ciri khas tersendiri. Kayu cedar memiliki warna kekuningan seperti kayu sungkai sedangkan warna kayu teras dan kayu gubal hampir mirip.

Serat kayu cedar sangat menarik dan berbeda, kayu cedar memiliki serat kayu yang halus dan terpadu namun justru memberikan kesan artistik. Nah ketika teknik finishing bakar diterapkan pada kayu cedar maka Anda akan mendapatkan penampilan kayu terbakar yang sangat menarik.

Ketikan teknik pembakaran diterapkan serat kayu cedar akan tetap muncul. Anda bisa memilih untuk memberikan tekstur dan tidak pada kayu cedar sehingga untuk furnitur rustik atau halus bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Alat yang Dibutuhkan untuk Finishing Bakar

Apabila Anda ingin memulai proses finishing kayu cedar dengan cara dibakar maka Anda perlu menyiapkan alat dan juga bahan yang dibutuhkan. Khususnya pemilihan torch yang sesuai.

Jika Anda ingin membakar kayu cedar dalam jumlah banyak sebaiknya pilihlah torch yang menggunakan tabung gas besar. Tekanan api yang besar akan membuat kayu cepat terbakar namun tidak sampai hangus hanya pada bagian permukaan saja.

Teknik ini tidak akan merusak kayu namun akan memperkuat kayu ditambah dengan lapisan akhir pada bagian permukaan menggunakan cat. Alat yang dibutuhkan selain torch adalah sikat kawat. Sikat ini dibutuhkan agar kayu yang selesai dibakar segera dihilangkan dari debu pembakaran.

Mengenal Teknik Finishing Bakar Dari Jepang

Proses pembakaran akan mengakibatkan bagian permukaan kayu yang terbakar sehingga banyak permukaan yang berubah menjadi debu. Sikat kawat juga berguna untuk membentuk tekstur caranya adalah dengan menyikatkan pada permukaan kayu.

Dengan cara tersebut debu akan hilang dan muncul serat kayu yang bertekstur. Namun jika Anda tidak membutuhkannya atau ingin mendapatkan hasil yang halus Anda tidak perlu terlalu menekan ketika menggunakan sikat kawat.

Anda bisa menggunakan amplas untuk menghaluskan permukaan yang terbakar kemudian menghilangkan debu amplasnya. Alat yang dibutuhkan lainnya adalah kain bersih. Gunakan kain untuk menghapus debu amplas.

Selain alat bahan terakhir yang dibutuhkan adalah cat. Pada tahapan terkahir ini Anda memerlukan bahan pelapis kayu dengan warna transparan yang akan memberikan lapisan pelindung dari kayu cedar.

Hanya saja untuk tingkat kilap yang dipilih haruslah rendah karena lapisan yang rendah akan memberikan kesan yang benar-benar natural. Anda bisa menggunakan cat water based yang akan memberikan perlindungan sempurna dengan tampilan transparan.

Tidak ada efek menguning seiring berjalannya waktu setelah selesai pengaplikasian. Anda bisa menggunakan bahan ini sebagai perlindungan elastis namun kuat.

Cara Finishing Bakar Pada Kayu Cedar

Anda sudah mengetahui jenis kayu yang sebaiknya dibakar, alat dan juga bahan yang dibutuhkan. Kini saatnya Anda melakukan proses pembakaran. Proses ini sangat menyenangkan dan seringkali membuat banyak DIY ketagihan.

Berikut ini beberapa proses yang perlu dilakukan:

  • Pastikan kayu kering dan Anda melakukan proses finishing di luar ruangan atau ruangan luas yang terbuka. Anda akan menggunakan api jadi sebaiknya berhati-hati dan gunakan sarung tangan untuk menjaga kemanan.
  • Lakukan pembakaran tepat di permukaan kayu searah serat kayu agar hasilnya bagus. Lakukan pembakaran tidak hanya berhenti di satu titik namun tetap berjalan hingga semua permukaan menjadi rata terbakar.
  • Hilangkan debu pembakaran menggunakan sikat kawat dan tekan jika Anda ingin mendapatkan tekstur kayu namun pastikan Anda melakukannya searah serat kayu.
  • Bersihkan debu pembakaran sekali lagi dan amplas dengan kertas amplas grit tinggi bisa 320 hingga 400 dan pastikan permukaan menjadi rata. Untu menghilangkan debu amplas Anda bisa menggunakan vakum.
  • Terakhir Anda bisa mengaplikasikan cleat coat atau top coat water based yang telah dicampur dengan air. Aplikasikan dengan cara semprot atau dengan kuas secara merata. Pastikan Anda mengaplikasikan searah dengan serat kayu.
  • Tunggu cat mengering sekitar 24 jam. Anda perlu mendiamkan kayu cedar dalam ruangan yang bersih, tidak terlalu berangin namun tetap memiliki ventilasi udara yang baik. Setelah itu Anda bisa menggunakannya.

Seperti yang telah dijelaskan, proses pengeringan adalah bagian yang penting. Anda perlu memperhatikan dimana Anda akan menyimpan kayu cedar setelah proses finishing selama 24 jam. Tempat penyimpanan akan menjadi sangat penting agar tidak muncul atau debu yang menempel pada permukaan kayu cedar yang belum kering.

Artikel "Teknik Aplikasi"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH