7 Tips Mengecat Ulang Pagar Kayu Minimalis Menyambut Lebaran

Pagar telah menjadi wajah dari sebuah rumah. Ada begitu banyak material pagar, tapi kayu selalu menjadi andalan karena mudah dibentuk dan tampilannya indah. Perawatan pagar kayu pun lebih mudah, jika tampilannya usang Anda tinggal mengecatnya ulang. Proses pengecatan pun bisa dilakukan sendiri agar lebih murah. 

Mendekati lebaran seperti ini, sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk mulai mengecat ulang pagar yang tampilannya sudah mulai usang. Anda bisa menggunakan Biovarnish series untuk memperbaharui tampilan pagar kayu di rumah. Baik itu pagar di depan atau belakang rumah. 

Cara mengecat sangat mudah, Anda cukup kuasin aja pakai air dan hasilnya akan sempurna. Ada begitu banyak warna wood stain yang bisa dipilih dan hasilnya pasti memuaskan. Jika terdapat kerusakan pada pagar seperti cacat goresan Anda bisa memperbaikinya juga dengan Biovarnish wood filler. 

Sebagai perlindungan yang maksimal, Biovarnish clear coat juga memiliki peranan yang penting. Cat akan memberikan perlindungan untuk warna kayu supaya tidak mudah pudar, membuat kayu tidak mudah berjamur dan juga tahan jamur. Cukup meluangkan waktu satu hari saja, Anda bisa memperlihatkan keindahan pagar rumah kembali. 

Tips Mudah Mengecat Ulang Pagar Kayu Sendiri

Karena mengecat dengan Biovarnish adalah kegiatan yang sangat mudah, maka tidak sulit mencapai tampilan halus. Namun begitu sebagai pemula, Anda harus mengikuti langkah aplikasi yang terdapat pada kemasan. Jangan melewati satu step yang penting untuk dilakukan. 

Mempermudah Anda untuk melakukan finishing supaya hasilnya sempurna, ikuti beberapa tips mengecat ulang pagar berikut ini:

Tips 1. Perhatikan Keselamatan Kerja

Sebelum mulai mengecat, Anda harus memperhatikan keselamatan kerja. Biovarnish adalah produk cat water based yang aman dan tidak berbau menyengat. Jadi dapat dipastikan Anda tidak akan terganggu dengan aroma menyengatnya. Namun walaupun tidak merasakan aroma tersebut peralatan keselamatan kerja tetap dibutuhkan. 

Alat pelindung diri seperti masker dan juga sarung tangan penting untuk digunakan. Sarung tangan akan melindungi dari benda tajam dari bagian kayu yang rusak. Sedangkan masker dibutuhkan untuk melindungi pernapasan dari serbuk kayu saat mengamplas coating yang lama. Pastikan Anda menggunakan masker yang cukup tebal dan sarung tangan kain. 

Tips 2. Pilih Cuaca Cerah untuk Bekerja

Selalu cek ramalan cuaca satu hari sebelum Anda bersiap untuk mengecat. Anda tidak mungkin untuk mengecat di dalam ruangan dan membongkar pagar. Mengecat di luar ruangan bergantung dengan kondisi cuaca. Apabila ramalan cuaca memperkirakan cuaca mendung bahkan hujan sebaiknya urungkan niat untuk mengecat. 

Setidaknya jika perkiraan cuaca tiga hari kedepan cerah maka Anda bisa langsung mengecat. Perlu beberapa hari cerah bukan hanya satu hari karena Anda harus mempertimbangkan waktu pengeringan yang tidak hanya dilakukan dalam beberapa jam saja. Lapisan terakhir yaitu pernis perlu 24 jam untuk kering sempurna. 

Tips 3. Apakah Alat yang akan Digunakan?

Produk Biovarnish memang disarankan untuk aplikasi dengan kuas, tapi pada kondisi tertentu bisa juga mengkombinasikan alat roller dan kuas. Jika menggunakan kuas, pastikan Anda menggunakan yang berbulu nilon. Kuas dengan bulu nilon cocok untuk cat berbasis air seperti Biovarnish. 

Sama halnya kuas bulu nilon, Anda juga harus menggunakan roller yang memiliki lapisan nilon. Roller dipilih untuk alat aplikasi untuk mempercepat aplikasi, sedangkan kuas bisa digunakan untuk menghaluskan permukaan atau bagian sisi yang lebih sempit pada pagar kayu. 

Biovarnish bisa juga diaplikasikan dengan alat semprot. Jika Anda sudah terbiasa menggunakan spray gun HVLP atau airless gun bisa juga memanfaatkannya. Namun jika tidak terbiasa, sebaiknya gunakan saja kuas dan roller. 

Setiap selesai menggunakan alat untuk satu produk Biovarnish, cuci bersih alat tersebut. Ada baiknya jika selalu menggunakan kuas baru untuk setiap produk Biovarnish. Supaya warna dan hasilnya lebih halus lagi. 

Tips 4. Jangan Lupa Bersihkan Pagar dan Area Kerja

Membersihkan pagar dan area sekitarnya adalah persiapan yang tidak boleh dilewatkan. Karena sudah lama digunakan maka akan banyak kotoran yang menempel pada pagar. Selain bagian pagar, area dekat pagar seperti rumput dan tanaman juga harus dipisahkan dari area kerja. 

Berikut ini cara membersihkan pagar dan area sekitarnya:

  1. Cabut rumput dan pinggirkan tanaman dekat pagar. Alasi bagian bawah pagar menggunakan kertas koran atau plastik lebar. 
  2. Siapkan air dengan deterjen dan lap semua bagian pagar. Setelah beberapa kotoran keras melunak bersihkan dengan scrape. 
  3. Apabila semua kotoran sudah bersih, lanjutkan dengan pengamplasan. Gunakan amplas nomor 180 dan 220. 
  4. Bersihkan debu amplas dengan kain yang kering. Apabila permukaan pagar kayu masih basah, diamkan supaya kering baru lanjutkan ke pengecatan. 

Membersihkan pagar kayu sebelum refinishing adalah bagian yang paling banyak menghabiskan waktu. Jadi akan lebih baik mulai bekerja dari pagi hari. 

Tips 5. Hindari Menggunakan Clear Coat Matte

Pada saat memilih pernis hindari menggunakan pernis dengan tampilan matte. Permukaan kayu yang matte tidak tahan terhadap kerusakan akibat goresan. Pagar akan langsung terlihat kotor dan cepat rusak karena permukaannya tidak mengkilap. Oleh karena itu pilihlah Biovarnish clear coat yang mengkilap atau gloss supaya mampu menyamarkan goresan. 

Kesan dari gloss atau mengkilap juga akan memberikan tampilan pagar lebih mewah. Permukaan mengkilap pada pagar juga lebih mudah dibersihkan membuatnya lebih tahan lama. 

Tips 6. Aplikasikan Sanding Sealer setelah Stain

Jangan lupakan untuk mengaplikasikan sanding sealer. Anda bisa menggunakan Biovarnish sanding sealer setelah stain. Beberapa orang banyak yang menyarankan aplikasinya sebagai base coat sebelum stain. Tapi jika Anda menggunakan sebelum stain hasil tampilan warna memang lebih tajam tapi perlindungan akan berkurang. 

Sanding sealer akan membuat perlindungan pagar tahan dari sinar UV sehingga warnanya menjadi lebih tahan lama. Disamping itu peranan sanding sealer setelah stain adalah untuk memperkuat pernis atau clear coat sebagai lapisan terakhir. Warna sanding sealer transparan sehingga tidak akan mengubah warna stain. 

Anda bisa menggunakan Biovarnish sanding sealer yang sama-sama terbuat dari bahan dasar air. Jadi bisa dibilang aman untuk menggunakan Biovarnish series dari wood filler hingga clear coat. 

Tips 7. Pilih Warna Minimalis dengan Hati-Hati

Tips terakhir adalah pemilihan warna stain. Pagar kayu dengan warna yang sudah usang perlu dipertimbangkan hasil warna akhirnya. Anda tidak bisa memilih warna karena kayu sudah memiliki lapisan warna stain sebelumnya. Terlebih lagi karena ingin mengedepankan kesan minimalis, maka ada beberapa pilihan warna yang lebih tepat. 

Untuk warna natural pagar minimalis dari Biovarnish liquid stain Anda bisa memilih warna seperti walnut brown, brown, atau light brown yang memberikan tone warna hangat. Jika warna terlalu cerah seperti yellow ox, maka warna tersebut lebih cocok digunakan untuk desain skandinavia. 

Pilih warna-warna yang memiliki tone warna hangat supaya lebih kuat kesan minimalisnya. 

Artikel "Featured"

About Us

Proses finishing membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishingnya melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2019 WaterBaseCoating.com - All Right Reserved.