5 Cara Finishing Kayu Ulin untuk Warna Natural yang Menakjubkan

Bagi sebagian besar Anda mungkin sudah mengenal apa itu kayu ulin. Kayu yang merupakan jenis kayu dari Kalimantan ini adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang termasuk dalam suku Lauraceae.

Pada saat menjadi pohon, kayu ulin bisa memiliki tinggi mencapai 30 hingga 35 meter dengan diameter mencapai 62 cm. Ukuran yang cukup besar ini mirip dengan kayu jati kampung di daerah Pulau Jawa.

Ada empat jenis kayu ulin yang tumbuh di Kalimantan barat yaitu ulin tando yang memiliki ciri khas warna batang coklat kemerahan. Kayu ulin lilin adalah kayu dengan batang coklat gelap, kayu ulin tembaga dengan warna kekuningan. Terakhir adalah kayu ulin kapur yang memiliki warna coklat muda.

Kayu ulin yang sering digunakan sebagai lantai dan konstruksi bangunan adalah kayu ulin tando, lilin dan tembaga. Sedangkan kayu ulin kapur adalah kayu dengan kekerasan paling rendah sehingga lebih mudah dibentuk dan banyak digunakan sebagai bagian atap sirap.

Dilihat dari fungsinya yang kuat untuk konstruksi bahan bangunan, maka kayu ulin dipercaya memiliki kekuatan yang sangat baik kelas I. Kualitas kayu ulin ini membuat nilai ekonominya sangat tinggi, perlu belasan juta untuk bisa membelinya.

5 Cara Finishing Kayu Ulin Untuk Warna Natural Yang Menakjubkan

Ciri khasnya sama dengan kayu jati, yaitu memiliki resin khusus yang akan mencegah serangga pengerat merusak kayu. Bahkan ketahanannya terhadap kelembaban membuatnya termasuk kayu dengan kelas awet I.

Saat ini kayu ulin sudah jarang dilestarikan sehingga jumlahnya pun mulai menipis. Masalah ini membuat semakin meningkatnya harga kayu ulin di pasaran. Bagi Anda yang ingin menggunakan kayu ulin sebagai furniture adalah pilihan yang tepat.

Kayu ulin sering dijadikan sebagai kerajinan ukiran di Kalimantan dan beberapa diantaranya dibentuk sebagai furniture. Anda juga bisa menggunakan furniture kayu ulin di luar ruangan seperti teras dan taman.

Tekstur kayu ulin sangat kasar dan licin sehingga dibutuhkan proses penghalusan cukup lama untuk persiapan finishing. Berbicara masalah finishing, keindahan dari warna dan serat kayu ulin membuatnya cocok untuk di finishing warna natural.

Kayu ulin termasuk dalam salah satu jenis kayu eksotik yang berasal dari Indonesia. Ketika kayu lama direndam di dalam air maka warnanya akan berubah menjadi kehitaman. Warna ini akan semakin menampilkan serat kayu yang tidak beraturan.

Bagaimana cara Anda untuk bisa melakukan finishing kayu ulin dengan tampilan natural? Temukan rahasia finishingnya dalam artikel ini.

Step by Step Finishing Natural Kayu Ulin

Menciptakan kayu ulin yang memiliki penampilan natural tidak sesulit yang Anda bayangkan. Warna kayu yang sudah eksotik tidak perlu ada penambahan wood stain yang akan memberikan warna pada kayu.

Anda bisa membiarkan warna kayu ulin apa adanya. Hanya saja bahan finishing transparan yang digunakan harus memberikan perlindungan terbaik. Perlindungan ini meliputi ketahanan akibat sinar UV, hujan dan juga goresan.

Cat kayu transparan tersebut akan menjaga kayu ulin tetap memiliki warna yang stabil dan keindahan naturalnya terjaga. Cat kayu BioColours menyediakan perlindungan yang sangat dibutuhkan oleh kayu ulin.

Anda bahkan tidak perlu membeli thinner sebagai pelarut karena akan digantikan dengan air. Sebagai cat berbasis air BioCOlours juga aman digunakan di dalam ruangan. Apa saja produk yang digunakan dan bagaimana cara menggunakannya?

Berikut ini lima langkah praktis untuk Anda yang sedang mencari cara cepat untuk hasil menakjubkan pada kayu ulin.

  • Pengamplasan

Finishing kayu natural yang bagus dimulai dari proses pengamplas. Mulailah dengan menghaluskan permukaan kayu ulin menggunakan hand sander. Manfaatkan sander listrik karena permukaan kayu ulin cukup keras jika di amplas dengan manual.

Pertama amplaskan dengan kertas amplas grit 120. Kemudian beralih ke grit 150, 180 terakhir 220. Pengamplasan dilakukan searah serat kayu. Hingga bulu kayu bersih Anda harus terus mengamplas.

Bersihkan debu bekas pengamplasan dengan vakum atau kain microfiber. Kain yang lembab akan mengangkat debu hingga bersih. Diamkan kayu dalam beberapa menit.

  • Aplikasi cat dasar kayu

Proses aplikasi cat dasar kayu ini sangat penting untuk menutup pori kayu. Anda bisa menggunakan BioColours sanding sealer untuk proses aplikasinya. Campurkan BioColours sanding sealer dengan air hingga mendapatkan larutan 11-12 detik NK2.

5 Cara Finishing Kayu Ulin Untuk Warna Natural Yang Menakjubkan

Lanjutkan dengan proses finishing dengan alat semprot. Isilah tabung semprot dengan larutan sanding sealer sebanyak ¾ bagian. Tutup tabung kemudian aplikasikan merata dengan teknik cross spray.

Penyemprotan menyilang ini akan mempermudah seluruh permukaan kayu tertutup dengan benar. Aplikasikan hingga benar-benar merata.

  • Proses pengeringan

Jika permukaan kayu ulin sudah tertutup sanding sealer diamkan hingga mengering. Cat akan mengering setelah 60 menit. Siapkan amplas grit 400 dan kali ini Anda bisa melakukan proses mengamplas secara manual.

Gunakan balok kayu yang dibungkus dengan kertas amplas. Amplaskan ke seluruh permukaan kayu searah serat secara ambang. Jika sudah halus, bersihkan debu amplas dengan kain kering.

  • Aplikasi top coat

Lapisan akhir yang akan membentuk lapisan film adalah BioColours top coat. Jika Anda akan mengecat kayu ulin yang nantinya sering digunakan maka gunakan BioColours top coat gloss.

Campurkan top coat dengan air hingga mendapatkan larutan 11-12 detik NK2. Aduk merata kemudian masukan ke dalam tabung alat semprot. Lakukan teknik yang sama ketika menyemprot sanding sealer.

  • Pengulangan dan Pengeringan

Tunggu hingga lapisan top coat pertama mengering selama 6 menit. Ulangi pengamplasan dengan kertas amplas grit 400 yang baru. Lanjutkan dengan membersihkan permukaan kayu dari debu amplas.

Aplikasikan top coat kembali hingga merata. Proses pengeringan terakhir membutuhkan waktu selama 24 jam. Diamkan kayu ulin dalam ruangan yang bersih dan kering semalaman.

Cara Menjaga Tampilan Natural Kayu Bertahan Lama

Saat ini Anda mungkin sudah bisa melihat hasil finishing kayu ulin dengan hasil natural transparan. Namun Anda juga harus memikirkan bagaimana penampilan tersebut terjaga dalam waktu yang lama.

Anda perlu melakukan perawatan secara berkala yang akan menjamin tampilan ayu ulin tahan lama. Proses perawatan ini akan melibatkan bahan poles kayu yang dikenal sebagai Biopolish Linseed Oil.

Proses perawatan dengan bahan poles ini perlu dilakukan satu bulan sekali. Jadi waktu tersebut tentu tidak menyita banyak waktu Anda. Ada dua cara aplikasi yang bisa ditempuh. Pertama adalah menggunakan kain dan dipoles secara manual.

Cara kedua adalah menggunakan alat buffer jika Anda memiliki kayu ulin yang berukuran sangat luas. Pada prinsipnya proses aplikasinya tidak jauh berbeda. Anda hanya perlu mengambil sedikit bahan Biopolish Linseed Oil dengan kain yang kering.

Dilakukan pemolesan kayu dengan kain tersebut baik itu dengan buffer atau secara manual. Poleskan merata bisa searah serat kayu atau memutar. Proses pemolesan tidak berlangsung lama setelah itu Anda akan dilihat tampilan kayu ulin yang cerah mengkilap.

Artikel "Finishing Idea"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH