Sudah Kenal dengan Kayu Bayur? Ternyata Cocok untuk Buffet Antik

Buffet furniture, dikenal juga sebagai sideboard atau meja samping. Furniture ini merupakan mebel tradisional yang digunakan di ruang makan atau dapur untuk menyajikan makanan. Fungsi lainnya adalah untuk menyimpan makanan.

Biasanya furniture ini memiliki bagian untuk penyimpanan seperti lemari kecil atau laci. Semua buffet terbuat dari material kayu yang cocok digunakan untuk menyajikan makanan dan tempat meletakan penerangan seperti lilin dan lampu.

Deskripsi dari sebuah sideboard atau buffet tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Sideboard adalah sebuah furniture yang memiliki kaki pendengar atau hampir dekat dengan lantai tanpa memiliki kaki.

Sedangkan arti dari buffet sendiri merupakan furniture seperti sideboard namun memiliki kaki yang lebih panjang. Versi buffet dan sideboard yang saat ini banyak dilihat memulai muncul pada abad ke 18. Namun pada abad ke 19 kepopuleran dari sideboard dan buffet semakin meningkat.

Hampir seluruh rumah memiliki jamuan pesta makan khususnya kaum bangsawan dan kerajaan di Eropa yang menggunakan furniture ini. Sideboard sendiri dibuat dengan tambahan dekorasi dimana seluruh tampilannya dipenuhi dengan ornamen.

Sudah Kenal Dengan Kayu Bayur? Kayu Ini Cocok Untuk Material Buffet Antik

Pembuatan ornamen ini dibantu dengan bahan veneer yang berlapis. Beberapa tahun kemudian sideboard juga diletakan di ruang keluarga atau diletakan di ruang lainnya untuk menampilkan barang rumah tangga lainnya.

Pada rumah bergaya tradisional, ruang dapur atau ruang makan membutuhkan sideboard antik dan aksesoris yang terkenal pada masanya. Tentu saja gaya tersebut mengacu pada abad ke 18 atau 19 dimana furniture tersebut sangatlah mahal.

Beberapa produksi sideboard awal yang antik berasal dari Perancis. Inggris, Belgia dan juga Skotlandia. Kemudian bermunculan desain dari Amerika. Karakteristik utama dari buffet yang antik terbuat dari jenis kayu mahoni, oak, yellow pine dan walnut.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, mencari furniture sideboard antik yang dibuat abad ke 18 dan 19 sangatlah sulit. Material yang mahal seperti kayu oak dan walnut akan meningkatkan harga produksi.

Tidak hanya itu saja, pembuatan furniture buffet dengan gaya antik yang penuh dengan ornamen juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu untuk menghemat biaya dan juga waktu alternatif kayu bayur di Indonesia yang lebih mudah didapatkan bisa menjadi solusinya.

Seperti apakah kayu bayur itu? Apakah kualitas kayunya mampu menggantikan kualitas kayu oak dan walnut? Apakah sulit untuk menciptakan ornamen bergaya abad ke 18 and 19 pada kayu bayur? Semua jawaban akan Anda dapatkan dalam artikel ini.

Kualitas Kayu Bayur untuk Furniture Dapur

Bagi Anda yang kebingungan untuk mencari jenis kayu yang tepat untuk digunakan pada area dapur atau ruang makan maka kayu bayur bisa menjadi solusinya. Bahkan jika Anda ingin menciptakan bufet antik di rumah tidak perlu mengeluarkan banyak uang dan kayu bayur akan membantu Anda.

Kayu bayur sendiri sejak dahulu telah dikenal sebagai kayu pertukangan, dan memiliki nama lain Pterospermum javanicum. Tanaman bayur sendiri tumbuh di dataran rendah yang mudah tumbuh di berbagai negara seperti Amerika Tengah, Brazil, Indonesia, India dan Asia Tenggara lainnya.

Pertumbuhan tanaman bayur sendiri bisa mencapai 45 meter dengan diameter batang hingga 1 meter. Warna kayu terasnya adalah merah pucat, merah coklat muda hingga keungu-unguan. Sedangkan warna kayu gubalnya putih kotor dan Anda bisa membedakan dengan mudah kayu terasnya.

Kelas kuat kayu ini adalah kelas III yang membuat kayu ini memiliki harga lebih murah dibandingkan kayu mahoni. Tekstur kayunya agak kasar dengan tampilan licin berkilau sangat cocok dengan gaya antik.

Kelas awet kayu bayur sendiri adalah kelas IV sehingga sangat penting untuk melakukan pengawetan sebelum melanjutkan pada pengolahan kayu. Khusus kayu ini ketahanan terhadap jamur masuk pada tingkat yang lebih baik yaitu II – III.

Sudah Kenal Dengan Kayu Bayur? Kayu Ini Cocok Untuk Material Buffet Antik

Ketahanan terhadap jamur artinya kayu lebih tahan terhadap kelembaban. Maka sangat cocok diletakan di ruang lembab seperti dapur atau ruang makan. Proses pengawetan kayu bayur sendiri tidak sulit.

Setelah kayu dikeringkan dan mencapai MC 12% lanjutkan dengan pengawetan. Anda bisa mengawetkan kayu bayur dengan BioCide Insecticide yang akan membunuh rayap yang telah masuk serta melakukan pencegahan setelahnya.

Bahan akan meresap setelah diaplikasikan dan dijemur, kemudian masuk dan melindungi dari dalam substrat kayu. Tingkat kekerasan yang pas membuat kayu bayur mudah untuk diukir untuk pembuatan ornamen atau aksesoris pada buffet.

Anda tidak perlu kesulitan dalam memotong kayu, menatah atau mengukir membuat berbagai macam oranema. Inilah yang membuat kayu bayur sangat cocok diolah menjadi buffet dengan gaya antik.

Finishing Bufet dari Kayu Bayur yang Diperlukan

Buffet dengan gaya antik akan mengacu pada satu hal yaitu tampilan. Jenis tampilan furniture antik dapat dilihat dari ukuran, ornamen dan juga warna atau finishingnya. Kayu solid banyak digunakan untuk pembuatan furniture antik dan cenderung memiliki ukuran yang besar.

Disinilah kesempatan Anda untuk memanfaatkan kayu bayur yang berukuran besar. Sangat mudah membentuk buffet dengan ukuran yang cukup besar karena bahan baku kayunya mencukupi.

Ornamen yang dibuat bisa memadukan ukuran atau dengan veneer. Kayu bayur juga terkenal dengan olahannya menjadi veneer. Sedangkan untuk ukiran gambar sulur tanaman dan bunga bisa menjadi pilihan yang tepat.

Terakhir adalah finishingnya, pada tahapan ini Anda perlu mencermati dengan seksama dan memilih bahan finishing yang tepat. Apakah jenis finishing yang sebaiknya dipilih? Sehubungan dengan warna kayu bayur yang kurang menarik dan tidak mirip dengan warna furniture antik maka Anda perlu mengubahnya.

Anda hanya perlu menggunakan bagian kayu teras yang memiliki kualitas warna lebih baik yaitu coklat hingga keunguan. Bantuan dari wood stain dan pernis akan membantu Anda mewujudkan warna kayu kesan antik menjadi lebih baik.

Biovarnish series telah menyediakan berbagai warna kayu dari wood stain yang cocok untuk diaplikasikan pada buffet kayu bayur. Tidak hanya itu saja mengapa Anda harus menggunakan Biovarnish adalah masalah keamanannya.

Sudah Kenal Dengan Kayu Bayur? Kayu Ini Cocok Untuk Material Buffet Antik

Anda akan mengaplikasikan cat pernis dan wood stain pada furniture kayu yang digunakan untuk menyajikan makanan. Cat yang aman dan ramah lingkungan perlu diterapkan. Cat kayu Biovarnish merupakan cat kayu water based yang aman diaplikasikan pada seluruh furniture dapur.

Tidak perlu lagi cemas dengan bahan finishing yang mengandung solvent atau logam berat, cat ini sangatlah aman. Bahan pelarut air dan warna yang dihasilkan aman bahkan tahan lama.

Warna-warna wood stain yang bisa Anda pilih untuk mewujudkan tampilan antik seperti Biovarnish wood stain walnut brown, salak brown, red mahogany, dan dark walnut. Warna kayu yang gelap dipilih karena warna dasar dari kayu bayur juga lebih gelap.

Apabila Anda memilih warna wood stain yang lebih terang daripada warna kayu maka warna yang dihasilkan tidak maksimal. Warna wood stain tidak akan muncul dan Anda tidak akan melihat kesan antik pada bufet.

Artikel "Finishing Idea"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH