Perbandingan Cat Water Based VS Cat Minyak untuk Kayu, Bagus Mana?

Manakah bahan cat yang akan Anda gunakan cat minyak dan cat water based? Diantara keduanya terdapat kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Tentu saja keduanya harus dibandingkan dengan seksama karena penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika dibandingkan cat minyak adalah jenis cat yang pertama kali muncul sebelum cat water base. Rumah dahulu terbuat dari bahan kayu, untuk menjaga rumah tetap kuat diterjang oleh perubahan musim maka dibutuhkan pengawetan kayu. Rumah masyarakat Inggris kebanyakan menggunakan kayu oak.

Kayu oak sebagai bahan bangunan sangat menarik masyarakat Inggris dan mereka suka untuk memperlihatkan serat kayunya. Oleh karena itu lapisan cat minyak berupa pernis digunakan. Tidak hanya kayu oak saja yang digunakan namun juga kayu walnut dan cedar. Walaupun warna cat untuk kayu yang solid untuk rumah kayu telah digunakan namun penggunaan pernis lebih banyak dipilih.

Hingga saat ini kata ‘cat’ identik dengan cat minyak untuk kayu. Cat minyak ini terbuat dari bahan timbal, pigment, linseed oil, turpentine dan juga beberapa komponen lain yang akan memberikan sheen level dan tingkat kilap kayu. Inilah bahan-bahan pembentuk dari cat minyak.

Berbeda dengan sejarah dari cat minyak, cat water based adalah cat yang bermula dari negeri Mesir. Dahulu cat water based digunakan sebagai cat untuk dinding dan dekorasi. Pada tahun 1940 an hingga 1950 cat latex muncul menggantikan cat water based sehingga ada banyak peningkatan terhadap bahan cat berbahan dasar air agar lebih mudah dan bisa bersaing dengan latex.

Sayangnya perkembangan zaman tidak membuat cat water based dapat mengalahkan cat latex kala itu. Cat latex berhasil menguasai pasar sekitar 30 tahun. Pada sekitar tahun 1970 hingga 1980 cat mulai berevolusi dan muncul cat epoxi dan acrylics. Cat tersebut mulai menggeser kedudukan dari cat latex.

Sejak munculnya berbagai macam cat maka teknologi mulai mengubah dunia finishing. Pabrik-pabrik besar furniture mulai menggunakan sample cat, melakukan percobaan terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada seluruh produk. Inilah yang membuat cat kayu water based mulai berkembang kembali dan akhirnya banyak digunakan hingga saat ini bersamaan dengan cat minyak.

Cat buat kayu yang water based dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni water-soluble, water-dispersible, water-reducible. Pembuatan dari cat water based sendiri berbeda, resin yang digunakan sebagai bahan baku cat diolah dan dicampur dengan air. Pelarutan ini membutuhkan teknologi khusus yang membuat resin dapat bercampur dengan air padahal resin bersifat minyak.

Apabila dilihat dari sejarahnya, cat minyak muncul lebih dahulu dibandingkan cat water based. Cat minyak memang mengalami perubahan dan masih digunakan hingga saat ini. Berbeda dengan cat water based yang selalu mengalami pasang surut, namun masalah tersebut tidak menyurutkan para peneliti untuk menciptakan cat water based yang dapat menguasai pasar.

Perbedaan Cat Water Based dan Cat Minyak

Sebelum memutuskan manakah cat yang akan digunakan, kenali kelebihan dari masing-masing cat. Kedua bahan cat sangat mudah ditemukan di toko bahan bangunan dan toko cat. Namun untuk lebih jelasnya perhatikan perbedaan keduanya berikut ini:

  • Tingkat glossy
Cat Water Based VS Cat Minyak Untuk Kayu

Dilihat dari sheen level dan tingkat glossy cat minyak memang lebih unggul dibandingkan dengan cat water based. Sifat minyak memiliki tingkat gloss tinggi mencapai 90% sedangkan untuk cat water based hanya memiliki tingkat glossy sekitar 85% saja. Bagi Anda yang ingin mendapatkan tingkat glossy tinggi bisa memilih cat minyak.

  • Kecepatan kering

Proses aplikasi yang membutuhkan waktu cepat dimenangkan oleh cat water based. Bahan pelarut air adalah bahan yang cepat menguap bahkan tidak terpengaruh dengan panas matahari. Cat minyak untuk kayu tergantung dengan panas matahari untuk bisa kering dengan sempurna. Cat minyak akan menguapkan pelarut yakni solvent jika panas matahari muncul. Bahkan prosesnya membutuhkan waktu beberapa jam. Sedangkan cat water based bisa cepat kering tanpa bantuan panas matahari cat akan mengering dengan cepat dan sempurna.

  • Aroma yang keluar

Masalah aroma yang muncul sangat cat minyak kalah. Cat minyak mengeluarkan bau yang sangat menyengat dan sangat mengganggu pada saat proses aplikasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan formalin, timbal dan bahan utama minyak lainnya yang bercampur. Bahan tersebut adalah zat organik. Sedangkan cat water based berbahan dasar air hanya mengandung resin jadi tidak ada aroma keras menyengat yang keluar. Pekerjaan mengecat akan menjadi lebih mudah dan cepat.

  • Keamanan lingkungan

Jika dibandingkan manakah keamanan lingkungan yang lebih baik maka cat water based adalah yang harus digunakan. Telah dipaparkan bahwa cat minyak terbuat dari timbal, formalin, terpentin dan juga bahan kimia lainnya. Bahan-bahan tersebut tergabung sebagai zat organik. Ketika menguap di udara akan menjadi polusi udara dan sangat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan. Cat water based yang terbuat dari air tidak mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Pada saat cat mengering penguapan yang terjadi hanya mengeluarkan air.

  • Kekuatan perlindungan

Apabila dilihat dari perlindungannya khususnya pada furniture outdoor cat minyak lebih banyak digunakan. Cat minyak akan memberikan lapisan pada furniture yang lebih kuat khususnya pada perubahan cuaca panas, hujan dan berbagai perubahan musim yang lainnya. Kekuatan ini disebabkan lapisan minyak tidak mudah menyalurkan air ke dalam pori kayu dan akan menutup pori kayu dengan sempurna. Banyak rumah-rumah kayu di Eropa dan Amerika yang menggunakan cat minyak.

Terdapat beberapa persamaan dari kedua bahan ini yang juga perlu diketahui. Persamaan tersebut antara lain seperti cat yang mudah diaplikasikan dengan berbagai macam alat mulai dari kuas, alat semprot, roll dan mesin pengecatan yang lainnya. Hanya saja pada proses pengeringan berbeda dan harus lebih diperhatikan.

Persamaan yang lainnya adalah memiliki berbagai pilihan warna. Cat water based dan minyak kini tidak hanya berwarna transparan namun untuk finishing warna kayu terdapat berbagai pilihan warna. Cat water based dan minyak tersedia untuk finishing warna natural dan juga warna solid.

Hasil tampilannya bahkan tidak hanya gloss saja, bervariasi sheen level mulai dari 0% hingga 95% bisa dipilih. Sangat memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai macam gaya pada furniture.

Pada saat Anda sedang berada di toko bahan bangunan dan masih bingung memilih merk produk yang tepat, berikut ini tips yang bisa Anda ikuti:

      1. Pilih manakah cat yang digunakan untuk finishing furniture outdoor dan indoor sesuai furniture yang akan Anda finishing.
      1. Pilih manakah cat yang bisa diaplikasikan sesuai dengan alat yang dimiliki di rumah. Pastikan Anda sudah menguasai teknik menggunakan alat tersebut untuk hasil yang terbaik.
    1. Jika Anda adalah seorang pemula, jangan takut untuk membeli cat dengan harga yang mahal. Cat dengan harga mahal setidaknya akan memberikan hasil yang lebih baik jika Anda tidak menguasai teknik menggunakan alat cat.

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH