Polyurethane, Pernis, Shellac dan Lacquer, Bahan Mana yang Pas untuk Finishing Furnitur Pantai?

Ada beberapa jenis bahan finishing yang cukup terkenal di pasaran. Beberapa di antaranya yaitu pernis, shellac, lacquer dan polyurethane. Walau secara umum memiliki kesamaan, yakni menciptakan lapisan coating warna transparan, masing-masing bahan ini memiliki karakter yang berbeda. 

Ada baiknya sebelum memutuskan untuk membeli bahan finishing furnitur, kita mengetahui karakter masing-masing bahan finishing yang sudah disebutkan di atas. Selain agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan, hal ini juga berguna untuk keperluan penempatan yang tepat bagi furnitur yang kita aplikasikan. Nah, berikut ini adalah ulasan dari mengenai masing-masing bahan finishing yang telah disebutkan di atas. 

Mengenal Karakteristik Lacquer

Lacquer merupakan salah satu jenis bahan finishing modern yang digunakan untuk melapisi furnitur kayu. Bahan finishing ini sangat populer karena memiliki tampilan transparansi yang cukup tinggi. 

Sayangnya lacquer sangat mudah berubah warna menjadi kekuningan, walau tampilan gloss permukaan setelah proses aplikasi berada pada kualitas yang cukup tinggi. 

Lacquer memiliki karakteristik perlindungan kayu yang lebih baik karena tahan terhadap kerusakan. Baik itu karena goresan maupun perubahan cuaca. Satu hal yang jadi catatan ketika memilih bahan lacquer untuk bahan finishing adalah lacquer akan menghasilkan tampilan sempurna jika diaplikasikan dengan spray. 

Jadi, jika sebelumnya tidak memiliki keahlian khusus untuk menggunakan spray gun disarankan untuk berlatih terlebih dahulu, karena aplikasi dengan alat lain, tidak sesederhana seperti kelihatannya. 

Apabila dirangkum, berikut ini kelebihan dan kekurangan lacquer.

  1. Waktu kering lacquer sangat lama, Anda harus mempertimbangkan waktu finishing yang jauh sebelum furnitur digunakan. 
  2. Soal perlindungan furnitur pantai yang diberikan cukup bagus. Lacquer merupakan bahan yang kuat terhadap air dan perubahan cuaca ekstrem. 
  3. Kekurangan lacquer adalah menciptakan polusi udara karena cenderung menimbulkan uap yang mengandung solvent. 
  4. Proses aplikasi hanya bisa menggunakan spray gun, sehingga perlu menguasai cara penggunaan spray gun ini terlebih dahulu. 

Mengenal Karakteristik Pernis

Di samping lacquer, pernis menjadi bahan finishing yang sudah sejak lama digunakan. Pernis menjadi satu-satunya bahan finishing selain oil yang menghasilkan tampilan transparan sebelum hadirnya jenis lain. 

Jika di pasaran, pernis lebih dikenal sebagai clear coat atau top coat. Pernis sendiri ada banyak jenisnya, seperti pernis indoor sampai spar varnish yang biasa digunakan untuk proyek eksterior. Untuk kebutuhan perlindungan furnitur pantai, misalnya, bisa menggunakan spar varnish karena bahannya mampu memberikan perlindungan secara maksimal.

Dibandingkan lacquer, pernis merupakan bahan yang mudah untuk diaplikasikan. Pernis diaplikasikan menggunakan spray, kuas, bahkan kain. Berikut ini kelebihan dan kekurangan pernis berdasarkan karakteristiknya. 

  1. Mampu menampilkan serat kayu pada furnitur yang semakin indah. 
  2. Saat pernis kering, akan membentuk lapisan film yang keras dan tahan lama. 
  3. Tersedia dalam beberapa jenis, termasuk solvent dan water based. 
  4. Mudah untuk diaplikasikan menggunakan banyak jenis alat sehingga memudahkan penggunanya saat aplikasi. 
  5. Untuk furnitur pantai, harus lebih cermat dalam memastikan apakah termasuk produk spar varnish atau bukan, karena pernis biasa hanya bisa digunakan untuk furnitur outdoor yang berada di area taman atau teras. 

Mengenal Karakteristik Shellac

Hingga saat ini shellac yang berbentuk kepingan seperti emping masih banyak digunakan. Juga merupakan salah satu bahan finishing tertua di dunia sama seperti pernis. Kebanyakan orang Indonesia menyebut shellac sebagai plitur kayu.

 Shellac membutuhkan spiritus untuk proses pelarutannya. Dibuat dari resin pohon yang dihinggapi oleh serangga khusus. Produksinya sendiri paling banyak dari hutan di Thailand dan India. 

Warna yang dihasilkan shellac tidak transparan seperti halnya pernis atau lacquer. Shellac memiliki beberapa pilihan warna yang mendekati warna kayu. 

Berdasarkan karakternya, ada beberapa kelebihan dan kekurangan shellac apabila digunakan untuk furnitur pantai. 

  1. Memiliki tampilan high gloss yang akan membuat furnitur pantai terlihat lebih mewah. 
  2. Mamu mempertajam warna dari kayu tanpa tambahan stain. 
  3. Bisa diaplikasikan dengan banya alat, sehingga para DIY pun bisa menggunakannya. 
  4. Menimbulkan bau yang menyengat dengan tinggi kandungan logam berat, berbahaya untuk lingkungan. 
  5. Perlindungan yang diberikan terhadap panas dan kelembaban cukup baik, namun mudah menguning seiring berjalannya waktu. 

Mengenal Karakteristik Polyurethane

Ada dua jenis polyurethane sesuai dengan bahan pelarutnya yaitu solvent dan water based. Hal ini membuatnya mirip dengan pernis, namun dari kualitas berbeda jauh. 

Polyurethane juga bisa diaplikasikan dengan banyak jenis alat, jadi tidak tergantung pada satu jenis alat saja. Hasil finishingnya adalah tampilan gloss karena bahan ini memang diciptakan untuk finishing furnitur luar ruangan. 

          Baca Juga: Serba Serbi Cat Polyurethane untuk Furniture Eksterior Tahan Lama

Namun, jika ingin mendapatkan tampilan yang matte bisa melapisinya dengan matting agent, dengan konsekuensi kurang kuat terhadap goresan. Karakteristik dari polyurethane, membuatnya memiliki kelebihan serta kekurangan berikut ini. 

  1. Khusus polyurethane water based lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau menyengat, berbanding terbalik dengan polyurethane solvent. 
  2. Bahan finishing jenis ini paling kuat menahan perubahan cuaca, kelembaban, masalah jamur atau rayap dibanding empat bahan lainnya. 
  3. Mampu memberikan warna transparan tanpa adanya perubahan warna meskipun digunakan dalam waktu yang sangat lama. 
  4. Menghasilkan tampilan yang cukup mewah dengan warna gloss. Dengan begitu furnitur juga lebih tahan terhadap goresan. 
  5. Bisa diaplikasikan menggunakan spray gun, kuas, lap dan jenis alat lainnya. 

Biothane 2K, Bahan Polyurethane Terbaik untuk Finishing Furnitur Pantai

Di antara semua bahan di atas, sangat disarankan untuk menggunakan polyurethane yang unsur ketahanannya lebih baik. Biothane 2K adalah salah satu pilihan bahan finishing yang bisa Anda andalkan. 

Produk ini memiliki daya rekat yang sangat kuat sehingga masalah ketahanan dalam jangka waktu lama bisa diandalkan. Performa bahan polyurethane terhadap cuaca yang cukup sering berubah di area pantai juga sangat baik dibandingkan bahan lainnya. 

Selain itu, Biothane 2K adalah polyurethane water based yang tidak menimbulkan bau serta mudah diaplikasikan. Warna transparannya akan lebih tahan lama tanpa kecenderungan bahan ini akan berubah menguning. Untuk hasil terbaik, berikan lapisan sanding sealer water based  di lapisan sebelumnya. 

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH