Hati-Hati! Jangan Sampai Salah Pilih Kayu Jepara yang Berkualitas

Pernah ditipu karena salah memilih jenis kayu? Kini Anda harus berhati-hati. Salah memilih Anda akan mempertaruhkan kualitas olahan kayu dalam jangka waktu lama. Di Pulau Jawa, hasil kayu yang paling terkenal adalah kayu dari Jawa Tengah khususnya wilayah Jepara.

Pernahkah Anda mendengar tentang kayu Jepara? Ini bukanlah nama jenis kayu namun adalah nama daerah. Kayu yang berasal dari daerah Jepara sangat terkenal sehingga kota tersebut menjadi sentra kerajinan.

Jenis kayu yang berasal dari Jepara sendiri adalah kayu jati, namun tidak semua kayu jati memiliki kualitas yang sama. Semakin tua masa panen pohon maka akan semakin bagus kualitas kayunya.

Maka Anda harus berhati-hati ketika memilih kayu dan pastikan uang yang dikeluarkan setara dengan kualitas kayu yang dibeli. Seperti apakah kualitas kayu jati dari Jepara yang sebaiknya dibeli?

Apa saja pengolahan kayu jati yang terbaik hingga pada tahapan finishingnya? Pada artikel ini Anda akan menemukan seluruh jawaban tentang bagaimana cara untuk bisa memilih kayu yang berkualitas hingga pengecatannya.

Mengenal Kayu Jati dari Jepara

Kayu jati sangat terkenal dengan kualitasnya sebagai pembuat furniture outdoor. Termasuk diantaranya seperti garden furniture dan patio. Kayu yang berasal dari Jepara ini sangat kuat, tahan lama dan yang terpenting adalah tahan segala ancaman kerusakan di luar ruangan.

Ancaman ini bisa berasal dari berbagai faktor seperti hujan, sinar UV, dan perubahan suhu udara ekstrim yang berulang, rayap, dan lain sebagainya. Bahkan kayu jati juga terkenal dengan kualitasnya yang tetap baik tidak akan rusak diletakan di luar ruangan tanpa harus dilapisi cat.

Apakah benar demikian? Tentu saja hal tersebut tergantung dengan jenis kayu jati. Anda bisa juga membandingkan kualitas kayu jati dari Jepara dan Jawa Barat. Kayu jati tumbuh di berbagai wilayah di Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Hati-Hati! Jangan Sampai Salah Pilih Kayu Jepara Yang Berkualitas

Kayu jati Jawa Barat memiliki pori yang lebih besar dengan warna kayu yang bervariasi seperti coklat kemerahan dan coklat keemasan. Kualitas kayunya lebih rendah dan mudah retak. Artinya level kekuatan sangat berbeda.

Kayu jati Jepara sangat terkenal dengan kualitas yang terbaik. Bahkan ketika kayu sudah mencapai level MC 14% sudah stabil. Warna kayu gubal dan terasnya hampir sama artinya kualitas keduanya tidak jauh berbeda.

Kayu jati Jepara sendiri yang sudah memiliki kualitas terbaik masih dibagi lagi menjadi tiga kelas. Perbedaan ini berperan penting untuk menghasilkan furniture outdoor yang kuat. Apa saja grade dari kayu jati? Ikuti penjelasannya berikut ini:

  • Grade A

Level ini adalah kualitas yang sangat tinggi, artinya kayu diambil dari bagian paling tengah yaitu kayu teras. Grade A jati dapat dikenali dari warna seragam, warna coklat keemasan, pori dekat dan permukaan mengkilap yang terasa berminyak ketika disentuh.

Bagian ini mengandung minyak alami jati yang memainkan peran penting dalam ketahanan luar biasa jati terhadap unsur-unsur luar ruangan seperti cuaca yang tidak menguntungkan dan mengusir serangga. Sayangnya, itu hanya terbuat dari sekitar seperlima hingga seperempat dari log dan sebagai hasilnya, dan memiliki harga tinggi.

  • Grade B

Kayu jati Grade B terbuat dari kayu bagian luar empulur, mengambil sekitar seperempat hingga sepertiga dari kayu gelondongan. Dibandingkan dengan jati grade A, jati grade B memiliki warna yang lebih terang, pori yang tidak rata dan kurang bersinar.

Bagian ini hanya mengandung jejak minyak alami jati dan sebagai hasilnya, tidak dapat menahan paparan ekstrim cuaca tanpa perawatan pelindung (coating). Kualitas yang dihasilkan tentu tidak akan menyaingi grade A.

  • Grade C

Grade C jati adalah kayu jati kualitas rendah. Biasanya diambil dari bagian luar dari kayu gubal. Kayu jati Grade C hampir tidak mengandung minyak pelindung alami jati dan memiliki warna yang sangat tidak merata, mudah rusak karena sangat lunak.

Hati-Hati! Jangan Sampai Salah Pilih Kayu Jepara Yang Berkualitas

Mebel yang terbuat dari kayu jati kelas C bahkan dianggap tidak cocok untuk penggunaan di luar ruangan karena kelembutannya yang membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan. Meskipun diambil dari jenis pohon yang sama, jati kelas C tidak memiliki kesamaan dengan jati kualitas tertinggi baik dalam hal kinerja luar ruangan, keindahan atau daya tahan.

Furnitur taman jati Grade C relatif murah tetapi memiliki umur yang sangat singkat bahkan setelah diberikan dengan lapisan pelindung atau dipernis secara berkala.

Pengolahan kayu jati Jepara yang paling terkenal adalah sebagai furniture dan juga ukiran. Mebel Jepara minimalis misalnya, biasanya menggunakan kayu Grade B atau A. Sedangkan untuk ukiran Jepara lebih banyak memanfaatkan grade B karena lebih lunak dan mudah untuk diukir.

Ukiran Jepara banyak digunakan pada bagian furniture tertentu, partisi, bingkai kaca atau bahkan tiang rumah kayu. Keunikan dari ukiran Jati Jepara adalah bentuknya yang didominasi oleh sulur tanaman. Biasanya terdapat beberapa bunga yang keluar dari sulur tersebut.

Finishing yang Paling Banyak Digunakan

Dilihat kualitas kayu jati dari Jepara, maka finishingnya yang dipilih juga penting untuk dipertimbangkan. Apakah jenis finishing yang akan Anda pilih? Kebanyakan para pengrajin akan menjual furniture atau ukiran mereka belum di finishing.

Sehingga para konsumen bisa lebih leluasa untuk memilih finishing yang tepat. Anda sebenarnya juga bisa membeli furniture kayu jati yang selesai di finishing. Namun kualitas bahan finishing yang digunakan pengrajin belum tentu tahan lama.

Hati-Hati! Jangan Sampai Salah Pilih Kayu Jepara Yang Berkualitas

Jika Anda ingin melakukan finishing sendiri, disarankan untuk menggunakan cat kayu Biovarnish. Keindahan dari kayu jati yang mahal dari Jepara harus dimaksimalkan dengan menggunakan cat yang juga berkualitas.

Cat kayu Biovarnish adalah cat kayu water based yang digunakan untuk menggantikan pernis dan plitur kayu konvensional. Hasil finishing yang diberikan adalah natural transparan.

Anda bisa mendapatkan warna kayu jati yang lebih tajam dan proses finishing seluruhnya hanya menggunakan kuas. Bagaimana proses finishingnya? Ikuti langkah-langkahnya berikut.

  1. Amplas permukaan kayu jati hingga halus. Maksimal gunakan amplas nomor 220. Bersihkan debu amplas hingga benar-benar bersih.
  2. Aplikasikan Biovarnish wood filler dengan kain. Sebelumnya encerkan wood filler dengan sedikit air. Usapkan sambil ditekan berlawanan dengan pori kayu. Tunggu lapisan pori kayu hingga kering kemudian amplas dengan kertas amplas nomor 240.
  3. Campurkan Biovarnish wood stain dengan air hingga mendapatkan kekentalan 11-12 detik NK2. Sapukan searah serat kayu dengan kuas berbulu nilon. Tunggu lapisan kering baru lanjutkan dengan pengamplasan ambang.
  4. Campurkan Biovarnish clear coat matte dengan air hingga mendapatkan larutan 11-12 detik NK2. Kuaskan clear coat hingga merata ke seluruh permukaan kayu. Tunggu lapisan ini kering selama semalaman.

Hasil tampilan natural ini hanya bisa Anda dapatkan dengan clear coat matte. Jika Anda menggunakan clear coat glossy maka kayu akan terlihat seperti diberikan lapisan coating. Sehingga kesan natural akan hilang.

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH