Mengenal 6 Jenis Kayu Ringan untuk Furniture dan Finishingnya

Furniture yang terbuat dari bahan kayu adalah furniture yang banyak dicari dan juga digunakan. Kayu sendiri adalah material yang dipilih karena harga bervariasi, kaya akan jenis sesuai dengan kebutuhan furniture dan terakhir mudah ditemukan dimana saja. Setiap daerah pasti terdapat penyedia bahan baku kayu untuk furniture.

Kini giliran Anda untuk memilih jenis kayu untuk furniture. Apabila Anda adalah pemula di bidang DIY woodworking maka memilih jenis kayu yang ringan adalah keputusan yang bijaksana. Ada dua jenis kayu sesuai dengan bobotnya. Yakni kayu solid yang berat dan juga kayu solid yang ringan.

Apa yang Dimaksud dengan Kayu Ringan?

Kayu solid yang berat adalah kayu yang sangat keras dan kekuatannya terjamin. Kebanyakan dari kayu solid yang berat ini adalah kayu dengan harga mahal. Bagi pemula akan sulit untuk mengolahnya karena untuk memutong saja cukup berat. Maka sebaiknya pilih jenis kayu yang bagus dan ringan. Jenis kayu yang termasuk kelas berat ini adalah kayu jati, kayu sonokeling, merbau, dll.

Kayu jenis memiliki berat ringan termasuk kayu lunak, mereka mudah diangkat karena ringan dan mudah untuk dipotong. Pengolahan yang sangat mudah tidak akan menumpulkan mata pisau pemotong kayu dengan cepat.

Ada banyak jenis ringan yang bisa ditemukan di Indonesia, rata-rata mereka mudah tumbuh. Dibandingkan dengan kayu solid yang berat kayu lunak memiliki masa panen yang cukup cepat. Hanya membutuhkan waktu selama 15 hingga 20 tahun saja untuk masa panennya.

Masa panen yang cepat, mudah ditanamn di dataran apapun membuat jenis kayu lunak melimpah dan sangat mduah untuk didapatkan. Jika Anda ingin mendapatkan kayu lunak Anda bisa mendapatkanny dalam berbagai bentuk mulai dari saw timber hingga palet.

Kekurangan dari kayu lunak atau ringan ini adalah ketahanannya. Kayu ringan adalah jenis kayu yang tidak memiliki ketahanan cukup baik khususnya untuk furniture luar ruangan. Adanya panas matahari dan juga hujan yang bergantian terus menerus membuat serat kayu mudah menyerap, menimbulkan jamur dan mempercepat proses pengeroposan.

Nah khusus untuk kayu ringan ini sangat disarankan untuk hanya menggunakannya di dalam ruangan saja. Jangan terlalu dekat dengan wilayah kelembaban seperti kamar mandi karena akan mudah rusak. Namun keindahan dari kayu ringan membuatnya sering dipilih dan digunakan.

Banyaknya jenis kayu ringan untuk pembuatan furniture bisa Anda pilih dengan mudah. Sebelum itu kenali dahulu apa saja jenis kayu ringan yang ada di Indonesia. Dalam artikel ini Anda akan mengetahui jenis kayu ringan apa saja yang bisa didapatkan.

Macam-Macam Jenis Kayu Ringan Indonesia

Indonesia terkenal dengan berbagai macam jenis kayu yang dihasilkan. Diantaranya kayu ringan adalah jenis kayu yang banyak dipilih digunakan karena harganya yang sangat murah. Selain itu tidak hanya para DIY saja yang menggunakannya namun juga beberapa usaha rumahan furniture menggunakannya sebagai bahan baku utama.

Selain murah, penampilan dari kayu ringan tidak menegcewakan bahkan hanya dengan pernis atau plitur saja kayu sudah tampak indah. Apa saja jenis kayu ringan yang direkomendasikan dan digunakan? berikut ini jenis-jenisnya.

Kayu jati belanda

Kayu jati belanda adalah salah satu jenis kayu ringan yang merupakan bekas pengiriman peti kemas. Kayu jati belanda asalnya adalah kayu pinus yang dibuat sebagai palet dan digunakan untuk pengemasan produk ekspor. Jadi pada dasarnya kayu jati belanda adalah kayu bekas sehingga Anda akan menemukannya dalam bentuk palet saja.

Kayu jati belanda memiliki warna putih dengan serat lurus sedikit bergelombang. Banyaknya mata kayu harus hati-hati ketika mengolahnya menjadi furniture. Salah dalam memotong membuat mata kayu mudah retak atau patah.

Kayu jati belanda sering digunakan sebagai furniture dalam ruangan seperti coffee table dan banyak difinishing hanya menggunakan pernis untuk memperlihatkan kesan natural dan serat kayu. Karena banyaknya blue stain yang dihasilkan maka perlu bleaching kayu sebelum memulai finishing.

Kayu sungkai

Jika kayu jati belanda adalah kayu yang memiliki warna putih, kayu sungkai lebih ke arah cokelat namun sama-sama masuk katagori kayu lunak. Kayu sungkai adalah jenis kayu yang memiliki serat lurus dan berpori halus. Kayu sungkai juga banyak digunakan sebagai kayu pengemasan peti kemas.

Jenis Kayu Ringan Untuk Furniture Dan Finishingnya

Kayu sungkai seringkali digunakan sebagai furniture yang berukuran lebih besar seperti lemari pakaian atau tempat tidur. Alasannya kayu ini banyak digunakan karena kekuatannya cukup baik namun ketahanannya terhadap rayap sangat buruk.

Untuk mengatasi rayap perlu aplikasi obat anti rayap sebelum pengecatan dimulai. Seratnya yang lurus tidak mengharuskan Anda untuk menkgaplikasikan pernis namun bisa menggunakan warna solid yang menutup warna dan serat kayu.

Kayu balsa

Kayu balsa adalah salah satu jenis kayu ringan namun sangat kuat dan juga lentur. Tidak seperti jenis kayu yang lainnya yang mudah patah karena kaku, kayu balsa mudah melengkung sehingga banyak juga digunakan sebagai material kerajinan tidak hanya furniture saja.

Kayu balsa sama seperti kayu jati belanda atau pinus yakni berwarna putih dan seratnya yang lurus. Kayu ini sangat murah dan banyak ditanama di area Jawa dan Sumatera sehingga stoknya cukup melimpah. Warnanya yang putih keabu-abuan membuat kayu balsa cocok difinishing dengan warna transparan.

Kayu albasia

Jenis kayu ringan yang keempat adalah kayu albasia. Sebagai kayu ringan kayu albasia disebut dengan nama lain yakni kayu sengon. Kualitas dari keawetan serta kekuatannya tidak jauh berbeda dengan kayu jati belanda. Kayu albasia memiliki bau yang khas yakni bau pete sehingga Anda bisa membedakannya langsung dari kayu ringan lainnya.

Warna dari kayu sengon adalah cokelat muda dengan bagian gubalnya warna putih. Terdapat lingkaran tahun yang sangat terlihat pada kayu albasia. Membuatnya cocok untuk difinishing dengan warna natural transparan. Permukaannya mudah halus jadi proses pengamplasan tidak akan memakan waktu yang lama.

Baca juga : jenis kayu yang kuat dari kalimantan

Kayu mahoni

Kayu mahoni berbeda dengan kayu ringan lainnya. Mungkin selama ini Anda mengenal kayu ringan memiliki ciri warna terang namun pada kayu mahoni itu tidak terjadi. Kayu mahoni memiliki warna kemerahan yang jelas. Jika kayu semakin tua maka warna merah juga akan semakin tua.

Jenis Kayu Ringan Untuk Furniture Dan Finishingnya

Serat kayu mahoni cukup biasa sehingga jarang disukai, warna kemerahan dari kayu mahoni juga sering membuat kesulitan. Jika ingin mendapatkan warna merah cukup ditambahkan dengan wood stain. Namun jika ingin memunculkan warna jati perlu pemutihan kayu sebelum mengaplikasikan wood stainjati.

Kayu mahoni memilki ketahanan yang cukup buruk sehingga tidak digunakan di luar ruangan. Ketahanannya terhadap rayap dan juga jamur cukup rendah.

Kayu Ramin

Jenis kayu ringan terakhir adalah kayu ramin. Kayu ramin juga memiliki warna yang berbeda yakni warna kekuningan  yang akan memberikan keindahan seratnya yang lurus bergelombang. Kayu ramin adalah kayu ringan yang banyak digunakan sebagai furniture dapur.

Ketahannya terhadap jamur dan rayap lebih baik dibandingkan lainnya. Efek warna kuning bisa didapatkan hanya dengan mengaplikasikan sanding sealer dan juga top coat.

Baca juga : cara mengeluarkan serat kayu paling bagus

Apa Bahan Finishing yang Cocok untuk Kayu Ringan?

Mudah menyerap bahan finishing karena pori kayu yang lebih besar, inilah ciri dari kayu ringan yang harus diperhatikan. Anda harus berhati-hati saat mengecat dan tahu lapisan apa saja yang perlu digunakan. Mudah menyerap bahan finishing bukan berarti cat cepat kering namun justru ada satu kelemahan yang perlu diwaspadai. 

Blocking atau warna yang tidak merata hingga minyak kayu naik adalah permasalahan yang sering ditemukan pada saat mengecat kayu lunak. Contoh yang paling sering adalah kayu pinus atau jati belanda. Karena warna kayunya yang sangat cerah maka minyak kayu sering naik, membuat tampilan furnitur dari kayu ini jadi jelek. 

Produk Cat Pernis Terbaik untuk Mengecat Kayu Lunak

Minyak kayu yang naik akan terlihat sekali ketika Anda menggunakan pernis kayu. Oleh karena itu pemilihan produk yang mencegah masalah kayu ini harus tepat. Biovarnish adalah produk cat yang akan membuat finishing kayu ringan jadi lebih merata. Cat water based ini mampu memberikan lapisan coating merata, halus dan warna sangat transparan.

Kunci dari penggunaan Biovarnish adalah sanding sealer sebagai cat dasar kayu. Anda bisa menggunakan sanding sealer Biovarnish sebelum mengaplikasikan clear coat atau pernis. Anda juga bisa menggunakan Biovarnish clear coat sebagai lapisan akhir sebagai pelindungnya. 

Biovarnish sanding sealer dan clear coat akan membentuk lapisan film yang kuat dan melindungi. Soal blocking atau minyak kayu naik pun tidak perlu dipermasalahkan karena Anda tidak akan mengalaminya. Selama proses aplikasinya benar maka hasil dijamin bagus. 

Trik agar Finishing Kayu Ringan Lebih Merata

Apabila Anda ingin hasil yang sempurna dalam finishing kayu mahoni, sungkai atau jati belanda maka menggunakan Biovarnish adalah langkah pertama yang tepat. Setelah itu Anda harus belajar bagaimana cara mengaplikasikannya. Sebagai cat water based, Biovarnish memberikan kemudahan dalam hal aplikasi. 

Modal untuk mengecat adalah air sebagai bahan pelarut dan juga alat seperti amplas serta kuas. Jangan lupa untuk membersihkan kayu terlebih dahulu agar bebas dari debu, Anda bisa membersihkannya dengan kain kering. Setelah itu baru ikuti beberapa trik mengecat berikut ini. 

• Memberikan dua lapisan sanding sealer

Trik pertama adalah cara mengaplikasikan sanding sealer Biovarnish sebanyak dua kali. Bentuk dari sanding sealer lebih cair dibandingkan wood filler, oleh karena mengaplikasikannya dua kali adalah langkah tepat. 

Kuncinya adalah buat setiap lapisan tipis saja. Anda harus bisa mengaplikasikannya dalam satu sapuan panjang. Kemudian setelah kering lakukan pengamplasan secara ringan saja menggunakan amplas 400. Tujuannya hanya membuat lapisan pertama memiliki daya ikat pada coating di atasnya. 

• Jangan lupa mengecat bagian end grain

Siku dari kayu atau yang disebut juga end grain adalah bagian yang sering terlupakan untuk dilapisi coating. Padahal ukuran pori pada bagian ini justru lebih besar dan penting sekali untuk dicat. 

Selesai mengecat permukaan datar pada kayu Anda bisa mengakhirinya dengan bagian end grain. Cara mengaplikasikannya juga sama dengan permukaan lainnya. 

• Berikan juga di atas wood stain

Apabila Anda ingin mendapatkan warna lain dari kayu aslinya, maka penggunaan stain bisa membantu. Biovarnish liquid stain bisa jadi trik mengubah warna kayu ringan. Namun agar warnanya merata dan awet, Anda bisa menggunakan sanding sealer di atas stain. 

Langkah ini juga akan mempermudah clear coat menempel dengan lebih baik. Warna minyak kayu pada kayu ringan juga tidak akan naik. 

Menggunakan Biovarnish adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan. Untuk pembelian produk Anda bisa langsung menuju ke link berikut ini. 

  1. https://shopee.co.id/biovarnish.official 
  2. https://www.tokopedia.com/biovarnishseries 
  3. https://www.bukalapak.com/u/catwaterbased 

Artikel "Featured"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH