Finishing Furniture Ukiran dengan Warna Natural Transparan Biovarnish

Ukiran adalah salah satu keunggulan yang banyak dimiliki furniture kayu tradisional dari Indonesia. Berbagai macam ukiran merupakan budaya yang terus menerus dilestarikan. Contohnya saja kota Jepara yang melestarikan gebyok ukiran yang sangat khas. Ukiran Jepara khas dengan sulur daun dan bunga. 

Ada juga furniture ukiran Bali yang khas dengan berbagai macam ukiran bunga dan tunas tanaman. MAsing-masing ukiran pada furniture akan di finishing dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebudayaannya. Beberapa finishing menggunakan cat kayu warna emas dan sebagian besar lainnya justru hanya menggunakan pernis biasa. 

Cara mudah untuk melakukan finishing adalah dengan melakukannya dengan pernis kayu. Warna transparan yang dihasilkan oleh pernis justru akan memperlihatkan warna kayu dan seratnya yang asli. Bahkan memudahkan para pemilik furniture untuk melakukan perawatan. 

Kunci dari finishing furniture kayu dengan ukiran adalah pemilih pernis dan juga teknik menggunakan kuas. Melakukan pengecatan pada permukaan kayu yang tidak merata karena ukiran seringkali membuat cat hanya tebal pada beberapa bagian cekung. Bagaimana cara untuk bisa mengecat agar semua permukaannya merata?

Produk Pernis Kayu untuk Furniture Ukiran Terbaik

Syarat utama dari produk pernis yang digunakan untuk furniture ukiran agar berwarna natural transparan adalah kejernihannya. Tidak semua pernis mampu memberikan warna transparan yang tahan lama dan tidak mengubah warna kayunya. Seringkali pernis bahkan plitur yang digunakan pengrajin berubah warna setelah tua atau tiga bulan diaplikasikan. 

Alasan utama mengapa pernis kayu berubah warna adalah bahan yang digunakan. Tidak semua pernis menggunakan bahan yang sama, namun kebanyakan menggunakan solvent. Dimana thinner digunakan sebagai bahan pelarut pernis solvent. Padahal pernis solvent memiliki kandungan formalin dimana kecenderungannya akan berubah warna menjadi kuning. 

Warna kuning pada furniture kayu yang telah diaplikasikan tidak akan bisa hilang. Kecuali Anda menghilangkan lapisan cat yang lama kemudian menggunakan cat baru yang lebih tahan lama dalam kondisi transparan. Cat yang dimaksud disini adalah Biovarnish clear coat. 

Ada tiga produk Biovarnish selain clear coat yang akan membantu Anda mendapatkan hasil warna furniture natural transparan. Rangkaian produk yang akan digunakan ini akan melindungi serta menjaga daya tahan warna transparannya. Apa saja produk tersebut?

Biovarnish Wood Filler

Walaupun mengecat furniture berukir, wood filler perlu diaplikasikan untuk menutup pori kayu. Sehingga kelembaban tidak akan mudah merusak dan menembus ke dalam serat kayu. Wood filler ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada permukaan furniture kayu yang rata saja. 

Mungkin selama ini Anda hanya mendengar bahwa wood filler untuk menutup lubang saja. Jadi pada furniture ukuran tidak membutuhkan aplikasi wood filler. Perlu teknik berbeda untuk mengaplikasikannya agar wood filler tidak merusak ukiran bahkan menutup bagian yang cekung.  

Biovarnish Sanding Sealer

Pada lapisan kedua setelah wood filler maka dibutuhkan Biovarnish sanding sealer. Lapisan ini adalah cat yang digunakan untuk membuat pernis dan juga wood filler lebih merekat. Biasanya sanding sealer digunakan langsung tanpa wood filler, namun demi membentuk lapisan yang kuat maka keduanya dibutuhkan. 

Sanding sealer berwarna transparan dan terbuat dari bahan air. Jadi warnanya tidak akan berubah menjadi kuning sama seperti clear coat. Sebagai lapisan di tengah, fungsinya untuk memperkuat clear coat sebagai lapisan film. Sehingga membuatnya tahan panas dan air. 

Biovarnish Clear Coat

Ada dua jenis clear coat yang digunakan yakni gloss dan juga matte. Keduanya sama-sama memiliki ketahanan yang bagus tetapi untuk gloss lebih tahan terhadap goresan. Sehingga jika furniture ukiran sering digunakan maka goresan apapun akan tersamarkan dengan maksimal. 

Proses aplikasinya yang sangat mudah membuat tampilan ukiran menjadi lebih menarik. Lapisan film akan terbentuk secara merata dan Anda bisa mengaplikasikannya dengan kuas atau dengan alat semprot.

Teknik Menguas Furniture Berukir dalam Finishing

Cara mengecat furniture ukiran dengan Biovarnish bisa menggunakan dua alat yaitu spray gun atau kuas. Nah bagi pemula, Anda bisa memilih kuas karena mudah didapatkan dan harganya sangat murah. Anda juga bisa menggunakan beberapa teknik agar hasilnya merata seperti aplikasi dengan spray. 

Jadi aplikasi dengan kuas tidak kalah halusnya dari aplikasi semprot. Anda tidak harus menyewa alat dan bisa lebih menghemat budget. Baik itu sanding sealer dan juga clear coat membutuhkan kuas dengan bulu nilon untuk aplikasinya. 

Kuas dengan bulu nilon memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengaplikasikan cat di permukaan kayu secara merata. Bahan ini mudah ditemukan dan pilih kuas dengan kualitas terbaik karena bisa digunakan berulang kali. 

Ada beberapa teknik menguas khusu untuk furniture dengan ukiran yang bisa dipelajari. Berikut ini beberapa teknik mudahnya. 

Menggunakan Kuas yang Tepat

Bukan hanya kuas dengan bulu nilon yang dibutuhkan tetapi ukuran kuas dan bentuknya juga harus dipilih. Kuas dengan ujung runcing sangat tepat dibandingkan dengan kuas berujung datar. Kuas runcing akan menjangkau area cekung dalam ukiran secara maksimal tanpa meninggalkan bagian terlewat. 

Kuas juga harus dipilih dengan ukuran di bawah 5 inci sehingga tidak terlalu tebal dan besar. Kuas harus lebih tipis, jadi Anda sebaiknya tidak menggunakan kuas berbentuk bulat yang biasanya digunakan untuk finishing chalk paint. 

Arah Mengecat dengan Kuas

Perhatikan arah mengecat, pertama Anda harus mengetahui kemana arah serat kayu. Mengecat harus menyesuaikan dengan arah serat sehingga tidak muncul bekas sapuan kuas yang sangat terlihat. Semua sapuan kuas harus searah dan hindari menggunakannya dengan arah berbeda berulang kali. 

Kedua adalah memperhatikan bentuk ukuran. Ukiran membentuk lengkung yang bisa saja berlawanan arah serat. Nah untuk itu Anda bisa mengaplikasikan dalam satu sapuan kuas kemudian baru sedikit demi sedikit mengisi bagian cekung. Cara ini akan lebih mudah jika ukuran kuas kecil. 

Jangan Terlalu Menekan Kuas

Anda akan menguas bagian cekung tetapi jangan terlalu ditekan. Kuas yang mengandung cat dan ditekan akan membuat bagian cekung berisi cat berlebihan. Membuat cat berlebihan menetes di atas permukaan furniture dan meninggalkan bekas. Sebelum menguaskan sebaiknya kurangi cat yang terserap berlebih. 

Ketukan kuas yang sudah dicelupkan ke dalam larutan cat. Kemudian saat mengecat bagian cekung cukup ditutup perlahan saja atau digoreskan sedikit mengambang. Tidak perlu takut terlalu tipis karena Anda bisa mengulangi aplikasinya. 

Jangan lupa untuk mengamplas

Selain teknik menggunakan kuas, Anda juga harus memperhatikan cara mengamplas. Cukup sulit dan harus bersabar ketika Anda mengamplas bagian furniture yang berukir. Manfaatkan busa agar amplas menjadi fleksibel ketika digunakan. 

Amplas yang digunakan untuk mengamplas antar permukaan cat harus yang halus. Manfaatkan amplas nomor 400 dan cobalah untuk mengamplas secara ambang. Balutkan amplas pada busa sebelum digunakan.                           

 

Artikel "Teknik Aplikasi"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH