Cara Memilih Cat Kayu Aman untuk Lingkungan dalam Rumah Bebas Polusi

Bahan finishing untuk kayu atau yang lebih dikenal sebagai cat kayu merupakan bahan finishing yang digunakan untuk melindungi kayu. Segala perlindungan diberikan agar kayu tidak cepat rusak dari kelembaban, penyaan dan juga masalah cuaca lainnya.

Kayu banyak digunakan di dalam rumah sebagai furniture dan dekorasi ruangan. Ketika memilih cat kayu untuk kayu atau pada proses refinishing sangat penting untuk mempertimbangkan masalah keamanan.

Akibat dari pemilihan cat kayu yang aman maka Anda perlu mengetahui tentang pabrik, cara pembuangannya dan efek yang ditimbulkan ketika digunakan dalam ruangan. Tentu saja tidak terlewatkan juga masalah ketahanan dari bahan finishing yang telah diaplikasikan.

Pertimbangan masalah pemilihan cat kayu aman tersebut sangat luas. Mulai dari penggunaannya di dalam ruangan apakah menimbulkan polusi yang tinggi atau rendah. Semua bahan finishing harus dapat dibuang tanpa menimbulkan efek bahan kimia berbahaya.

Jadi pastikan Anda telah memperkirakan seberapa banyak cat kayu yang harus dibeli sebelum menggunakannya. Sebagai perbandingan, pada artikel ini akan dibahas mengenai beberapa bahan finishing yang sering digunakan.

Mengenal Bahan Cat Kayu dan Efeknya Terhadap Kesehatan

Sama seperti cat pada umumnya, bahan finishing untuk kayu dapat mengandung bahan kimia berbahaya disebut volatile organic compound (voc). Kandungan tersebut memberi kontribusi sangat tinggi terhadap polusi udara dan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Bahan finishing dapat memberikan efek terbesar dalam udara di dalam ruangan khususnya rumah. Bahan tersebut seringkali diaplikasikan ulang seperti lantai, meja dan kursi. Bahan beracun dan toxic yang sering terkandung di dalamnya sangat bervariasi.

Seperti kandungan toluene dan xylene yang biasanya terdapat dalam cat solvent. carcinogen seperti arsenic, beryllium dan cadmium biasanya terdapat dalam kandungan pengering seperti linseed oil.

Semua cat kayu khususnya clear coat terbuat dari solvent dan pelarut yang sama. Bahan tersebut akan membuat cairan cat menguap dan mengering di saat bersamaan. Binder atau resin kemudian akan membentuk lapisan keras yang melindungi permukaan kayu.

Polusi Udara Dalam Ruangn

Cat kayu juga biasanya mengandung bahan pengawet yang cepat kering untuk mencegah pertumbuhan jamur di kemudian hari. Semua elemen tersebut memiliki kontribusi besar dalam pembuatan cat untuk kayu.

Solvent sendiri merupakan bahan yang bisa dibuat dari petroleum atau material sintetis. Sama halnya dengan material yang mudah air yang dapat dicampur dengan berbagai tipe finishing. Salah satu contohnya adalah lacquer yang biasanya dicampur dengan solvent agar larut dan mudah diaplikasikan.

Binder yang digunakan tergantung fungsi bahan finishing seperti ketahanan. Bahan pengawet sendiri bisa saja beracun namun tidak semuanya. Masing-masing bahan finishing memiliki ketahanan dan kekuatan masing-masing untuk melindungi kayu dari panas, air dan juga bahan kimia.

Lacquer, shellac, pernis dan cat kayu water based akan membentuk lapisan protektif [pada permukaan kayu. Sedangkan untuk natural oil akan meresap ke dalam kayu melalui pori sehingga membuat kayu memiliki umur yang lebih lama. Efek sampingnya adalah menimbulkan penyumbatan pada pori kayu.

Kelebihan dan Kekurangan Cat Kayu Terbaik yang ada Dipasaran

Sebagai panduan ketika memilih jenis cat kayu aman Anda harus mengetahui kandungan bahan kimia pada masing-masing produk. Namun pada artikel ini Anda akan dengan mudah mengetahui apa saja yang ada di dalam masing-masing jenis bahan finishing tersebut.

Setiap cat kayu akan memiliki kelebihan dan kekurangan karena kandungan bahan kimia berbeda. Disinilah saatnya Anda untuk mengenal manakah yang cat kayu yang aman digunakan untuk lingkungan dalam rumah namun tetap memiliki kualitas perlindungan terbaik.

Lacquer (acrylic atau binder nitrocellulose)

Kebanyakan binder dalam lacquer adalah acrylic yang merupakan bahan sintetis. Bisa juga menggunakan nitrocellulose yang didapatkan dari bahan alami seperti kayu. Lacquer acrylic lebih kuat dan sering digunakan untuk lantai. Sedangkan nitrocellulose digunakan pada furniture dan dekorasi karena lebih mudah diaplikasikan.

Kelebihan dari lacquer adalah tahan terhadap air dan juga kerusakan akibat goresan. Hal ini disebabkan lacquer tidak membentuk lapisan yang terlalu keras. Karena kandungan tersebutlah kandungan solvent nya sangat tinggi.

Artinya kandungan voc seperti xylene dan toluene yang akan mengakibatkan gangguan kesehatan. Faktanya adalah bahan ini adalah yang terburuk mengakibatkan polusi di dalam ruangan.

Natural Oils (linseed oil atau tung oil)

Bahan finishing selanjutnya adalah natural oil yang biasanya berbentuk linseed oil dan tung oil. Didapatkan melalui proses sumber terbarukan, Hasilnya cukup tahan lama dibandingkan bahan finishing lainnya. Minyak alami akan menembus ke dalam pori kayu dan melindunginya dari dalam.

Tidak ada bentuk lapisan coating seperti pernis atau plitur. Akan tetapi tetap menawarkan ketahanan air yang moderat dan hanya mengandung sedikit bahan aditif. Kandungan voc lebih rendah dibandingkan dengan pernis meskipun sebagian besar bahannya adalah minyak.

Kayu yang di finishing dengan natural oil lebih mudah disentuh dan hanya dengan menggosokkannya pada permukaan kayu setiap tahun. Ketika membeli produk jenis ini pastikan Anda membaca msds untuk kandungan timbal, karsinogen, kromium, kadmium dan juga nikel.

Shellac

bahan finishing ini lebih aman dibandingkan dengan lacquer. Cocok diaplikasikan untuk lantai dan tidak terlalu membuat cepat rusak karena goresan, panas dan lembab. Pada aplikasi kayu yang sering digunakan, kayu harus dilapisi dengan sanding sealer terlebih dahulu.

Pengikat resin alami dari shellac diproduksi oleh serangga alami. Shellac membutuhkan pelarut alkohol sebelum digunakan. Selama aplikasi uap dari etanol dapat menimbulkan iritasi pada mata dan sistem pernapasan. Jadi berhati-hatilah pada saat menggunakannya.

Shellac juga dapat dibuat dengan metanol, racun yang sangat kuat dikenal sebagai alkohol kayu. Hal ini tidak biasa jadi penting untuk memeriksa MSDS dari shellac sebelum Anda membelinya. Proses keringnya sangat cepat sehingga memiliki waktu singkat untuk mengendap.

Pernis (acrylic atau uretan)

Pernis biasanya memiliki campuran binder berupa urethane atau akrilik. Urethane lebih mahal dan tahan lama dibandingkan pernis akrilik. Vernis merupakan lapisan akhir terbaik untuk menahan panas, bahan kimia dan solvent sehingga lebih sering digunakan.

Proses pengeringannya bisa memakan waktu selama delapan jam dan memancarkan tingkat tertinggi voc. Untuk mencapai hasil akhir tersebut dibutuhkan empat lapisan coating yang masing-masing perlu dikeringkan dan di amplas sebelum proses aplikasi selanjutnya. Sering digunakan untuk pelapis lantai.

EPA telah menetapkan batas voc untuk pernis yaitu pada angka 450 gram per liternya dan baru-baru ini diganti menjadi 350 g/ liter. Sedangkan pernis berbasis air akan lebih rendah yaitu diangka 200 hingga 50 g/ liternya.

Pernis water based (akrilik atau bindar urethane)

Cat kayu dengan campuran air lebih disukai untuk semua finishing perabotan dalam ruangan. Baik dalam kinerja lebih baik hingga emisi yang lebih rendah. Sangat direkomendasikan karena dampak lingkungan dan kesehatan yang rendah. Proses penanganan dan pembersihannya sangat mudah.

Sebagian besar lapisan dari pernis ini randah voc menjadi kategori cat kayu aman untuk anak. Jika Anda hendak melakukan finishing untuk ruangan anak sebaiknya pilih pernis water based. Proses aplikasinya yang cepat kering membuat Anda bisa bekerja lebih cepat dibandingkan menggunakan bahan finishing yang lainnya.

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH