Rotan: Sifat, Jenis, Manfaat dan Pengolahannya

Indonesia kaya akan material serat alam seperti kayu, bambu dan rotan. Di antara ketiganya rotan adalah material yang harganya paling murah dan sering diekspor. Rotan selalu menjadi sumber devisa tertinggi setelah kayu. 

Ekspor rotan biasanya dilakukan ketika masih menjadi bahan mentah atau sudah diolah. Apa yang menyebabkan material ini terkenal dan banyak dimanfaatkan? Seperti apakah pemanfaatan rotan?

Mengenal Sifat-Sifat Rotan 

Rotan adalah jenis tanaman merambat yang banyak tumbuh di daerah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Beberapa negara lain seperti Vietnam dan Filipina juga menghasilkan rotan. 

Sifat rotan dari bentuk fisiknya adalah memiliki warna yang bervariasi tergantung jenisnya. Ada yang warnanya hijau namun ada juga putih. Warna ini akan berubah setelah dipanen dan dikeringkan. 

Warna rotan juga cenderung mengkilap dan menjadi ciri khas khusus. Rotan tidak mengeluarkan buah dan rasa yang mencolok. Elastisitas rotan sangat tinggi. Inilah alasan utama mengapa rotan jadi serat alam yang cukup digemari. 

Rotan cukup lemah terhadap organisme perusak seperti serangga, oleh karena itu biasanya sebelum diolah rotan harus diawetkan terlebih dahulu. Proses pengawetannya tergolong sulit karena kulitnya yang sulit ditembus bahan kimia. 

Jenis Rotan yang Sering Digunakan 

Ada kurang lebih 350 jenis rotan yang tersebar di dunia. Dari semua itu, ada beberapa yang terancam punah dan justru banyak dimanfaatkan. Untungnya Indonesia masih menjadi penghasil rotan yang kurang bisa dimanfaatkan. 

Berikut ini beberapa jenis rotan yang sering digunakan. 

1. Rotan Semambu

Semambu rotan adalah jenis yang lebih sering digunakan untuk pembuatan furniture. Cirinya adalah memiliki ukuran diameter besar dan kasar. Ketika digunakan untuk konstruksi furniture membutuhkan usaha yang cukup keras. 

Warna dari rotan semambu adalah coklat kemerahan yang eksotis. Kebanyakan rotan ini ditemukan pada daerah Sumatera dan Kalimantan. 

Baca Juga:  Cara Sederhana Menata Kamar Kos yang Sempit Agar Nyaman Ditinggali

2. Rotan Jernah Besar 

Jenis rotan yang banyak tumbuh di daerah Sumatera ini memiliki karakter berukuran sangat panjang. Batangnya lebih kecil dibandingkan rotan semambu. Dapat tumbuh sampai dengan ketinggian 15 meter. 

Daunn rotan jernah besar memiliki pelepah yang menyirip dan ujungnya meruncing. Jenis rotan ini memiliki duri halus dan warnanya coklat kekuningan dan sama-sama banyak digunakan untuk pembuatan furniture berdasain klasik. 

3. Rotan Jermasin 

Pulau penghasil rotan jermasin adalah Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Ukuran diameter rotan jermasin yaitu 6 hingga 10 mm saja dengan ruas berukuran 15 hingga 40 cm. 

Meskipun kecil, rotan ini memiliki batang paling kuat dan sering diolah menjadi furniture. Warna rotan jermasin adalah kekuningan dan memiliki tampilan mengkilap ketika sudah mengering. 

4. Rotan Dahanan 

Ciri khas utama rotan dahanan adalah memiliki warna kecoklatan dan teksturnya kasar, banyak tumbuh di pulau Sumatera dan Kalimantan. Diamternya cukup besar yaitu 1,5 cm hingga 3 cm dengan ukuran ruas 2 sampai 3 cm. 

Saat tanaman rotan dahanan masih muda, dia memiliki daun yang berwarna putih karat. Kebanyakan rotan dahanan diolah menjadi kerajinan, tali temali dan beberapa sebagai struktur furniture. 

5. Rotan Dago Kancil 

Rotan dago kancil adalah jenis rotan yang banyak tumbuh di pinggiran sungai dan panjang batangnya 35 m. Dapat tumbuh menjulang tinggi dengan diameter sampai 10 mm. Warna kulitnya adalah kuning dan memiliki corak coklat muda pada bagian intinya. 

Dago Kancil  kebanyakan digunakan untuk bahan anyaman, atau kerajinan keranjang yang cenderung kasar. 

6. Rotan Pulut Merah 

Jenis rotan pulut merah banyak tumbuh di wilayah Kalimantan Timur khususnya di dataran rendah. Warna batangnya abu-abu kemerahan degan diameter 2 hingga 5 mm dan ruas 40 cm. Batangnya sangat kuat dan memiliki panjang bisa mencapai 30 m.  Memiliki daun majemuk yang menyirip panjang dan berwarna hijau muda. Batangnya tergolong berkualitas tinggi sehingga sering menjadi bahan baku kerajinan. 

Baca Juga:  5 Alat untuk Membantu Menghasilkan Finishing Kayu Rustic

7. Rotan Korod 

Rotan korod banyak dihasilkan di daerah Jawa Barat, memiliki diameter 25 mm dan panjang ruasnya 16 hingga 35 cm. Memiliki daun majemuk dan banyak tumbuh di daerah dataran rendah hingga pegunungan. Rotan korod tumbuh subur di iklim basah. 

Batang rotan korod sering menjadi bahan baku anyaman dan kerajinan seperti keranjang. Banyak juga diolah menjadi tali pengikat karena sifatnya yang sangat liat.  

Beragam Manfaat Rotan 

Rotan adalah material alam yang mudah untuk dibentuk apapun jenisnya. Berkat sifatnya inilah membuat roat kerap dimanfaatkan menjadi beberapa hal sebagai berikut:

1. Aneka Produk Kerajinan 

Hampir di setiap daerah di Indonesia menggunakan bahan rota sebagai bahan kerajinan dan kesenian. Banyak karya seni yang telah lahir dari material rotan yang khas Indonesia.

2. Diolah sebagai Furnitur

Rotan juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan furnitur menggantikan kayu. Aneka jenis furnitur juga sudah diproduksi dari material ini baik skala kecil dan besar. Misalnya kursi, bangku panjang, dipan, sofa, dll. 

3. Material Bangunan 

Beberapa daerah di Indonesia masih memanfatakan rotan sebagai material bangunan. Keunggulan dari material ini ada pada kegunaannya sebagai struktur bangunan yang bisa diperoleh dengan harga murah namun tetap kokoh. Materialnya pun tidak sulit didapatkan. 

4. Peralatan Rumah Tangga 

Rotan cukup bersaing dengan bambu dalam hal pembuatan alat rumah tangga. Misalnya piring, mangkuk, atau bingkai tv dan tas. Aksesoris rumah tangga banyak juga yang memanfaatkan material rotan. 

5. Material Produk Industri 

Ternyata cukup banyak produk industri yang memanfaatkan rotan, contohnya keramik, kertas, cat sampai bahan obat dan produk kosmetik. Tentu saja semuanya sudah melalui proses yang tepat. 

Baca Juga:  5 Rahasia Finishing Kayu Jati agar Tampak Lebih Alami

Rotan adalah material serbaguna yang tak kalah dengan kayu. Soal proses panennya juga tidak terlalu sulit. 

Proses Pengolahan Serat Alam Rotan 

Rotan memiliki waktu khusus untuk panen dan akhirnya diolah agar siap untuk digunakan. Waktu panenya sendiri adalah ketika usianya mencapai 20 hingga 30 tahun khusus untuk rotan tunggal. 

Sedangkan rotan berumpun lebih cepat lagi yaitu hanya 10 hingga 15 tahun saja. Khusus rotan berumpun bisa dipanen kembali dengan jarak 2 sampai 4 tahunan. Perlu upaya tebang pilih agar rotan tetap bisa tumbuh subur. 

Hanya rotan yang sudah berusia tua saja bisa dipanen, dengan cirinya pelepah daun sudah kering dan lepas dari batangnya. Selain itu batang juga berwarna kuning dan daun-daun berguguran. 

Duri rotan juga sudah berubah warna menjadi kehitaman. Prosesnya sendiri dengan menarik batang ke bawah, baru pepelah duri dibersihkan beserta daun dan cambuknya. 

Tingkat kesulitan disebabkan pertumbuhan rotan yang salin terjalin satu sama lain. Teknik mencabutnya juga harus benar agar tanaman tidak mati dan tetap tumbuh. Baru setelah dibersihkan, rotan dikeringkan sampai mendapatkan tingkat kelembaban tertentu. 

Setelah itu, rotan siap diekspor atau diolah menjadi furnitur, kerajinan dan produk industri. Khusus untuk pengolahan rotan menjadi furnitur, bahan finishing yang digunakan harus tepat agar memberikan perlindungan terhadap rayap dan jamur. 

Bahan finishing terbaik rotan adalah Biovarnish series yang terdiri dari wood filler, sanding sealer, liquid stain dan clear coat. Daya lindung Biovarnish pada rotan akan bekerja maksimal selama penggunaannya sudah tepat. 

Artikel "Based Knowledge"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH