7 Daftar Kayu Awet untuk Atap Rumah

Posisi kayu untuk atap rumah masih belum tergeser oleh baja ringan atau material lainnya. Pasalnya kayu memiliki kualitas yang terpercaya, buktinya masih banyak rumah-rumah yang berdiri kokoh menggunakan atap berbahan kayu. 

Kuncinya adalah pemilihan jenis kayu yang tepat. Kayu harus memiliki kemampuan tahan rayap dan jamur sehingga tidak mudah lapuk. Kontraktor yang membangun rumah juga dituntut untuk terampil dalam pemasangannya. 

Kira-kira apa saja jenis kayu yang tepat untuk atap rumah? Kenali jenis-jenisnya pada artikel ini. 

Mengapa Memilih Kayu untuk Atap Rumah?

Perlu biaya besar jika Anda memilih kayu sebagai atap rumah, karena kayu yang bagus dijual dengan harga yang tinggi. Tentu saja harga ini sebanding dengan kualitas yang diberikan. 

Kayu untuk atap rumah dapat bertahan selama puluhan tahun. Hal ini jadi alasan utama kayu hingga saat ini masih banyak digunakan. 

Anda tidak perlu takut atap rumah mudah ambrol dari perubahan cuaca sepanjang tahun. Alasan kedua adalah kayu memiliki nilai estetik yang lebih baik dibandingkan baja ringan. Anda bisa membuat rangka atap rumah terekspos. 

Ketahanan dari kayu ini didukung oleh dua hal. Pertama, adalah kualitas kayu untuk atap rumah, kedua, adalah perawatannya. Anda sebagai pemilik rumah harus tetap memperhatikan perawatan kayu dengan tepat jika ingin atap kau tetap awet. 

7 Rekomendasi Kayu untuk Atap Rumah

Banyak orang yang mau mengeluarkan banyak uang meskipun harga kayu untuk atap rumah sangat mahal. Hasil yang sebanding dengan harganya tersebut membuat tujuh jenis kayu berikut ini paling banyak dicari. 

1. Kayu Bengkirai 

Kayu bengkirai dikenal juga dengan sebutan kayu balau. Banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Ketika masih menjadi pohon, tingginya bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang 120 cm. 

Baca Juga:  Cara Mudah Finishing Kusen Sendiri Menggunakan Cat Water Based

Kualitas bengkirai hampir mirip dengan kayu jati, di mana tingkat kuatnya termasuk kelas I dan II. Warnanya cenderung kuning kecoklatan dan serat yang sangat jelas. 

Bobotnya sedikit lebih berat yang membuat kayu bengkirai membutuhkan proses lebih panjang saat dijadikan atap rumah. Selama kayunya dikeringkan dengan baik, kayu tidak akan mudah retak bahkan bertahan lama di berbagai cuaca. 

Penggunaannya paling banyak adalah untuk konstruksi terutama sebagai rangka atap dan juga lantai rumah. Tampilan seratnya yang indah membuat kayu ini pas untuk kebutuhan atap dan parket. 

2. Kayu Mahoni 

Khusus kayu mahoni, disarankan untuk menggunakan kayu yang benar-benar tua saat dipanen. Untuk kayu mahoni yang dipanen saat tua ini, Anda akan mendapat kayu dengan kualitas mirip jati. Anda bisa melihatnya sendiri pada mebel-mebel klasik yang dibuat pada era victoria. 

Kayu mahoni juga memiliki serat yang mirip kayu jati namun warnanya cenderung kemerahan. Ketika memanen kayu yang tua, warnanya akan jauh lebih gelap, di sinilah Anda bisa membedakan mana kayu yang berkualitas. 

Keunggulan kayu mahoni saat digunakan untuk atap rumah adalah memiliki daya susut yang kecil, sehingga bisa bertahan di segala macam cuaca serta tidak akan mengganggu konstruksi rumah. 

3. Kayu Sonokeling 

Sonokeling adalah jenis kayu yang terkenal dengan warnanya yang sangat eksotis dengan aksen warna kehitaman. Seratnya tampil dengan warna yang lebih terang sehingga sangat terlihat jelas. Kayunya sonokeling sendiri kini cukup langka sehingga harganya sangat tinggi. 

Kelangkaan kayu sonokeling ini disebabkan kualitas kayunya yang setingkat dengan jati yaitu tahan jamur dan rayap. Kayu sonokeling sengat keras dengan berat jenis 0,77 hingga 0,86 dan ketika dikeringkan MC nya menjadi 15%. 

Baca Juga:  Manfaatkan Ranting Untuk Membuat Rak Buku Unik Berbahan Ranting

Warnanya yang sangat indah menjadikannya cocok untuk digunakan sebagai rangka atap ekspose. Anda akan menemukan tampilan yang sangat indah dari tampilan warna kayu menjadikan rumah memiliki nilai lebih tinggi. 

4. Kayu Mersawa

Anda mungkin merasa asing mendengar nama kayu mersawa, walau tidak sedikit juga yang menggunakannya sebagai lantai kayu, kapal dan atap rumah. Kayu mersawa yang banyak ditemukan pada area Kalimantan dan Sumatera ini memiliki warna teras kuning. 

Permukaan kayu mersawa agak kasar merata dengan serat lurus dan berpadu. Kayu ini paling sering digunakan untuk pembuatan atap perumahan karena harganya yang tidak terlalu mahal. 

Proses pengawetannya pun tergolong sulit yang membuat harganya sedikit lebih mahal. Klasifikasi kuatnya ada  di kelas II hingga III dengan pengerjaan yang cukup sulit. Jadi pemasangan rangka atap kayu perlu tukang yang ahli. 

Dengan bujet yang terbatas, Anda bisa memilih kayu ini untuk pembuatan rangka atap rumah. Meskipun tingkat kembang susutnya tergolong tinggi namun kualitas kayu mersawa cukup awet. 

5. Kayu Kapur 

Kayu kapur terkenal dengan kelas kuat pada kategori II dan kelas awet pada kategori II hingga III. Kayu kapur yang mirip dengan kayu mersawa, dengan pengerjaan untuk kebutuhan atap rumah yang cukup sulit. 

Disebut dengan kayu kapur karena menimbulkan bau yang harum seperti kapur barus. Daya retaknya yang cukup rendah membuat kayu mersawa pas digunakan sebagai atap rumah. Warna kayunya sendiri merah kecoklatan dengan tekstur agak kasar. 

Arah serat kayu mersawa lurus berpadu dan saat diraba akan terasa licin. Selain digunakan sebagai atap rumah, kayu ini banyak digunakan sebagai kusen, lantai, dan playwood. 

6. Kayu Meranti

Kayu meranti berwarna kemerahan seperti mahoni tetapi lebih muda. Ciri khas utamanya adalah tahan rayap dan jamur sehingga membuatnya pas digunakan sebagai atap rumah. Soal kelas kuatnya, kayu meranti tergolong pada kelas II hingga IV sedangkan kelas awetnya ada pada kategori III hingga IV. 

Baca Juga:  Selain Bahan Bangunan Kayu Kamper Juga Bagus untuk Furniture

Anda yang membangun rumah dari kayu meranti bisa tahan lama selama beberapa puluh tahun. Cara pengerjaannya lebih mudah dibandingkan kayu mersawa dan kapur sehingga tukang tidak perlu waktu lama untuk membangun atap rumah. 

Warnanya yang merah muda menjadikannya cocok untuk atap rumah model ekspose. Anda tinggal memberikan lapisan cat warna transparan untuk meranti dan menambahkan bahan pengawet agar kayu semakin tahan lama. 

7. Kayu Merbau 

Satu lagi kayu asal Kalimantan yang antirayap dan antijamur yaitu kayu merbau. Sama seperti kayu Kalimantan lainnya, merbau banyak digunakan untuk konstruksi rumah. Termasuk juga untuk pembuatan furniture. 

Warna kayu merbau sangat khas yaitu cenderung kuning kecoklatan dengan seratnya melintang lurus. Memiliki tingkat keras paling baik dengan tingkat penyusutannya yang sangat rendah.  

Memilih jenis kayu yang tepat akan membuat rangka atap rumah bertahan lama. Namun, Anda juga wajib melakukan perawatan, khususnya jika ingin membuat atap ekspose. 

Berikan lapisan cat yang tahan jamur dan rayap seperti Biovarnish setiap beberapa tahun sekali. Biovarnish mampu memelihara tampilan rangka atap agar selalu indah. 

Biovarnish juga menyediakan warna-warna transparan maupun stain yang cocok dengan ketujuh jenis kayu untuk atap rumah di atas. 

Artikel "Life Style"

Youtube Channel

About Us

Proses finishing menggunakan cat Besi dan Plitur atau Pernis kayu membutuhkan cara yang tepat dan juga insiprasi yang bervariasi. Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi sekaligus mengetahui cara finishing yang tepat dan produk berkualitas melalui waterbasecoating.com

©2015 - 2021 WaterbaseCoating.com - by DH